January 28, 2016, oleh
LEMBAGA Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Rapat Kerja (Raker) bertema “Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Terwujudnya Kesetaraan Gender, Kemandirian Ekonomi dan Terpenuhinya Hak Anak.” Kegiatan berlangsung pada Rabu (27/1) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM.
Kepala LP3A UMM Dra Thathit Manon Andini MHum mengatakan, dengan adanya Raker ini diharapkan LP3A dapat menjadi pusat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bagi kalangan masyarakat terpinggirkan, baik secara ekonomi, politik, sosial, hukum dan budaya.
“Untuk program ke depan, kami akan menguatkan pendampingan, pelatihan, riset, dan publikasi yang berkaitan dengan visi dan misi LP3A,” jelas Thathit.
Sebelum Raker, para peserta diberi pengayaan yang disampaikan oleh Dr Trisakti Handayani MSi tentang “Penguatan Lembaga LP3A” dan Dra Nurul Asfiah MM tentang “Membangun Jaringan Keluar”. Selepas pengayaan materi, para peserta Raker dibagi dalam tiga divisi, yaitu divisi pemberdayaan perempuan, divisi perlindungan anak dan pemberdayaan masyarakat, serta divisi pendidikan, penelitian, pengabdian, dan jurnal.
Dalam paparannya, Trisakti menjelaskan, LP3A perlu fokus pada tiga isu, yaitu perempuan, anak, dan gender. Untuk perempuan, yang menjadi topik penting yaitu kekerasan pada perempuan, marginalisasi perempuan serta ketidakadilan perempuan dalam hal pendidikan, ekonomi, sosial, dan politik.
Selanjutnya, kata Trisakti, yang perlu menjadi perhatian adalah pendidikan anak usia dini, lantaran banyak anak yang membantu orang tuanya bekerja di saat jam belajar atau yang disebut eksploitasi pada anak. “Anak harus dilindungi karena mereka adalah penerus bangsa. Jika tidak, masa remajanya tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan kesetaraan gender, lanjut Trisakti, yaitu secara sosial tidak membedakan kesempatan dan hak-hak antara perempuan dan laki-laki sehingga terjadi hubungan harmonis antara keduanya. (lil/han)