January 31, 2016, oleh Humas Universitas

UNIT Pelaksana Teknis (UPT) Kursus Bahasa Asing Universitas Muhammadiyah Malang (KBA UMM) menggandeng prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan International Relation Officer (IRO) mengadakan lomba story telling untuk siswa SMA, SMK, dan MA se-Malang Raya, Sabtu (30/1).

      Kegiatan yang digelar di Aula Kampus I UMM ini diikuti 142 peserta dari 32 sekolah. Peserta terbagi menjadi beberapa bagian, yakni story telling Bahasa Inggris sebanyak 106 peserta, Bahasa Arab 11 peserta, Perancis 2 peserta, Korea 4 peserta, Mandarin 7 peserta, Jepang 5 peserta, dan Jerman 7 peserta. Meskipun story telling dibawakan dalam berbagai bahasa asing, namun cerita yang dibawakan tetap mengusung cerita rakyat Indonesia.

      Kepala KBA UMM Dr Sri Hartiningsih MM menyatakan, ini adalah kali kedua KBA menyelenggarakan lomba story telling. Dibanding tahun lalu, tahun ini peserta terbanyak ada pada story telling Bahasa Inggris. “Tahun lalu lebih merata peserta yang mengikuti story telling di semua bahasa. Tetapi, jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding tahun lalu,” ujarnya.

      Sri mengungkapkan, latar diadakannya lomba story telling ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa asing untuk menghadapi tantangan global, utamanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

      Pemenang lomba story telling mendapatkan hadiah berupa tropi, uang pembinaan, dan souvenir. Selain juara I, II, dan III, juga ada juara harapan, juara favorit, peserta dengan kostum terbaik, dan peserta dengan ekspresi terbaik. Tak hanya para juara saja yang menerima hadiah, melainkan semua peserta yang lolos hingga grand final.

      “Kami hargai semua yang sudah berpartisipasi dalam lomba ini. Untuk tahun mendatang, semoga saja bisa ada hadiah berupa pemenang yang akan diterima di prodi Bahasa Inggris UMM,” terang Sri Hartiningsih.

      Ditemui seusai pengumuman, Roni Ramanda, juara I story telling Bahasa Inggris mengaku sangat senang.“Alhamdulillah. Persaingan sangat ketat. Peserta Bahasa Inggris banyak dan terbagi beberapa kelas. Dari tiap kelas diambil yang terbaik lalu grand final. Senang sekali bisa menang. Saya berharap tahun depan kompetisi seperti ini ada terus,” urai siswa kelas X SMK Cendika Bangsa Kepanjen ini.

      Ayu Septiana, salah satu guru pembimbing menyatakan, kegiatan lomba story telling ini sangat bagus untuk melatih jiwa kompetisi siswa. Ia berharap, lomba semacam ini akan terus diadakan di tahun-tahun mendatang.

      “Siswa jadi tahu bagaimana kemampuan siswa lain di luar sekolah. Siswa akan belajar berkompetisi, karena banyak yang lebih dari mereka. Terima kasih sekali pada UMM yang telah mengadakan lomba story telling ini,” pungkas guru SMK Cendika Bangsa ini mengakhiri. (ich/han)