August 9, 2019, oleh Humas Universitas

Kuliah tamu di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Foto: Istimewa)
Peneliti dari Liverpool University, United Kingdom (UK) Sang Hee Park, PhD menyebut, noise atau kebisingan yang merupakan persepsi terhadap suara yang mengganggu ternyata berdampak besar pada psikologis dan fisiologis manusia. Simpulan ini ia paparkan saat kuliah tamu di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (8/8).
Secara fisiologis, kebisingan dapat berdampak pada tekanan darah, ritme jantung, dan juga kinerja syaraf. Sementara, lanjut Sang Hee Park secara psikologis noise juga memiliki dampak sangat besar pada stress dan depresi seseorang. Hal ini Sang Hee Park tuangkan dalam penelitiannya yang bertema Psychological and Physiological Effects of Noise.
Ia bercerita jika di Korea Selatan, negara asalnya, yang kebanyakan orang tinggal di apartemen, beberapa kasus pembunuhan terjadi akibat stresnya penghuni apartemen akibat kebisingan dari penghuni lantai atasnya. Namun demikian ia juga menambahkan bahwa selain dampak obyektif yang salah satunya ditentukan oleh besaran desibel dari kebisingan.
“Sejauh mana dampak kebisingan juga dipengaruhi kepribadian dan kondisi psikologis orang. Seperti contohnya, seorang penghuni apartemen yang punya anak kecil akan lebih empati dan tolerir terhadap kebisingan di lantai atasnya yang diakibatkan anak-anak berlarian atau lompat-lompat,” terangnya di hadapan civitas akademika Fakultas Psikologi UMM.
Selain mengisi kuliah tamu, Sang Hee Park juga berdiskusi peluang-peluang kerjasama khususnya riset antara Fakultas Psikologi UMM dengan Liverpool University. “Pemaparannya ini membuka perspektif terutama bagi mahasiswa Psikologi bahwa area cakupan Psikologi sangat luas,” ungkap Dekan Fakultas Psikologi UMM Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., Psikolog. (can)