September 30, 2025, oleh Humas Universitas

UMM resmi melantik 11 dekan baru untuk periode 2025–2029 (Foto : Lintang Humas)

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi melantik 11 dekan baru untuk periode 2025–2029. Prosesi yang digelar di Aula BAU UMM pada Selasa, 30 September 2025 ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kampus putih, menandai estafet kepemimpinan dari periode sebelumnya kepada generasi baru.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Tohir Luth, MA., menegaskan bahwa jabatan dalam Muhammadiyah tidak boleh dipandang sebagai kehormatan pribadi, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Seorang dekan tidak cukup hanya berbekal kemampuan akademik, tetapi juga integritas moral dan keberanian mengambil keputusan. Kepemimpinan kampus, menurutnya, harus memberi keteladanan nyata bagi sivitas akademika.

“Kepemimpinan adalah medan perjuangan. Ia harus dijalankan dengan kerja cerdas, ikhlas, dan penuh integritas, karena yang diemban bukan sekadar urusan administrasi, melainkan tanggung jawab terhadap umat dan institusi. Pemimpin sejati adalah mereka yang menggerakkan orang lain menuju kebaikan,” ujarnya.

Anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si., memandang pergantian dekan sebagai siklus penyegaran yang memungkinkan fakultas lebih adaptif menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa peran dekan tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam menentukan arah pengembangan fakultas.

“Mereka ini berperan sebagai motor penggerak pengembangan akademik, riset, dan pembinaan mahasiswa. Arah fakultas lima tahun ke depan sangat ditentukan oleh kepemimpinan para dekan baru,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menggarisbawahi prinsip dasar kepemimpinan Muhammadiyah yang berakar pada tiga pilar utama yaitu memperkuat iman dan takwa, mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan melalui kesederhanaan. Ia menilai tiga hal tersebut harus menjadi fondasi utama bagi para dekan dalam merumuskan kebijakan fakultas maupun membimbing sivitas akademika.

“Pemimpin fakultas harus hadir sebagai penggerak, bukan pemberi masalah. Kita ingin UMM melahirkan generasi cendekia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap masalah kemanusiaan dan siap berkontribusi di tingkat global,” jelasnya.

Deretan dekan baru membawa misi besar di bidang masing-masing. Fakultas Agama Islam (FAI) kini dipimpin Dr. Imamul Hakim, SE., M.Sh., dengan agenda memperkuat tradisi keilmuan Islam dan moderasi beragama. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dinakhodai Dr. Fauzik Lendriyono, S.Sos., M.Si., yang berfokus pada pengembangan riset kebijakan publik dan jejaring politik global.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dipimpin Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM., dengan fokus pada inovasi pendidikan guru di era digital. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kini di bawah kepemimpinan Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto, SE., M.E., Ph.D., yang menekankan kewirausahaan berbasis riset dan ekonomi kreatif.

Pada bidang hukum, Prof. Dr. Tongat, SH., M.Hum., kembali dipercaya menakhodai Fakultas Hukum (FH) dengan komitmen pada hukum progresif yang berkeadilan. Fakultas Teknik (FT) dipimpin Dr. Ir. Sulianto, MT., dengan visi memperkuat kolaborasi industri dan daya saing teknologi global.

Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) kini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Warkoyo, MP., yang berfokus pada riset pangan, energi, dan ketahanan lingkungan berbasis kearifan lokal. Fakultas Psikologi dipimpin Dr. Rr. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si., dengan agenda pengembangan psikologi lintas budaya serta kesehatan mental masyarakat.

Untuk bidang kesehatan, Fakultas Kedokteran (FK) dinakhodai Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD. yang berkomitmen memperkuat pendidikan kedokteran dan riset klinis. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dipimpin Dr. Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS., dengan fokus pada farmasi dan kesehatan masyarakat. Terakhir, Fakultas Vokasi dipimpin Dr. Lailis Syafaah, M.T., dengan komitmen memperluas pendidikan vokasi berbasis praktik yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kepemimpinan baru ini, UMM meneguhkan tekadnya menjadi universitas yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Pergantian dekan tidak hanya sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum strategis untuk mengokohkan UMM sebagai pusat keilmuan dan pengabdian yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa maupun dunia. (vin/wil)