October 21, 2025, oleh

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan terverifikasinya Emergency Medical Team (EMT) secara internasional oleh World Health Organization (WHO) akan semakin memperluas kiprah Muhammadiyah di dunia internasional.
“Semoga dengan EMT tersebut kiprah Muhammadiyah dalam program kesehatan dan kemanusiaan maupun kerja sama dengan WHO serta lembaga dunia lainnya di level global semakin baik dan meluas,” kata Haedar di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, Muhammadiyah resmi mencatatkan sejarah baru sebagai Emergency Medical Team (EMT) pertama di Indonesia yang terverifikasi secara internasional oleh WHO.
Haedar menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan sejumlah lembaga terkait atas pencapaian tersebut.
Lembaga yang terlibat antara lain Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI), serta Muhammadiyah Aid.
“Muhammadiyah dalam gerakan pelayanan kesehatan, resiliansi bencana, dan program-program kemanusiaan baik di tingkat nasional maupun internasional terus mengalami akselerasi,” katanya.
Menurutnya, gerakan tersebut menempatkan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terdepan yang lahir dari spirit ajaran Al-Ma’un yang bersifat inklusif untuk semua.
Haedar menegaskan, praksis Al-Ma’un tersebut diaktualisasikan secara umum dan kelembagaan yang diperankan oleh Lazismu, MDMC/LRB, MPKU, MPKS, MPM, dan gerakan komunitas dalam melayani berbagai kegiatan sosial kemanusiaan secara tersistem yang mengandung pemecahan masalah, penanganan krisis, pemberdayaan, pembebasan, dan pemajuan.
“Jadi bukan program sporadis dan pelayanan karitatif jangka pendek semata. Karenanya sangat tepat jika memperoleh verifikasi EMT di tingkat global,” kata Haedar.
Ia berharap melalui EMT gerakan Muhammadiyah dalam program kemanusiaan yang meluas itu makin mengokohkan posisi dan peranannya sebagai Gerakan Islam Berkemajuan untuk Semua.
“Itulah wujud dakwah Islam rahmatan lil-‘alamin di dunia nyata, bukan retorika dan kata-kata,” kata Haedar.