October 27, 2025, oleh

KLIKMU.CO – Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kembali mencatat sejarah baru. Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dinyatakan lulus verifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (19/10/2025) di Aula Masjid KH Sudja’, Bantul, Yogyakarta.
EMT Muhammadiyah yang terverifikasi ini merupakan EMT Type 1 Fixed, yaitu tim medis darurat yang memberikan pelayanan medis dasar dan kegawatdaruratan di satu lokasi secara menetap. Keberhasilan tersebut menandai EMT Muhammadiyah sebagai tim medis darurat pertama di Indonesia yang diakui secara internasional dan menjadi bagian dari jaringan EMT global dengan nomor urut ke-63 di dunia.
Dalam proses penting ini, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Zakarija Achmat SPsi MSi, yang juga Koordinator Bidang Pelatihan Penanggulangan Bencana MDMC PP Muhammadiyah, memainkan peran strategis. Ia bertanggung jawab memastikan kesiapan dan kesejahteraan psikologis seluruh anggota tim sejak tahap persiapan hingga pasca-misi.
Menurut Zakarija, peran psikolog dalam EMT sangat vital, terutama untuk menjaga psychological well-being para anggota.
“Sebelum berangkat, setiap anggota harus melalui proses screening psikologis untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi situasi bencana yang berat dan tidak menentu. Setelah kembali, kami juga melakukan asesmen untuk memastikan kondisi mental mereka tetap stabil,” jelasnya.
Selain melakukan pemantauan psikologis, Zakarija turut berperan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bidang kesehatan mental yang menjadi bagian dari dokumen verifikasi WHO. Ia juga menyiapkan panduan triase pasien serta protokol pelayanan Psychological First Aid (PFA) bagi masyarakat terdampak.
“Karena jumlah psikolog di tim terbatas, kami melatih seluruh anggota agar mampu memberikan bantuan psikologis awal di lapangan,” tambahnya.
Verifikasi WHO terhadap EMT Muhammadiyah meliputi dua tahap utama: pemeriksaan dokumen dan verifikasi lapangan pada 18–19 Oktober 2025. Dokumen yang diuji mencakup SOP, ketersediaan peralatan penunjang, hingga instrumen asesmen seperti DASS-21, yang diperiksa secara detail untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional.
Proses tersebut berlangsung lancar dan berujung pada pengakuan resmi dari WHO. Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni menyebut capaian ini sebagai bukti nyata profesionalitas dan komitmen Muhammadiyah dalam bidang kemanusiaan global.
Bagi Zakarija, keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru.
“Dengan verifikasi WHO ini, EMT Muhammadiyah harus siap jika sewaktu-waktu ditugaskan di kawasan Asia-Pasifik untuk misi kemanusiaan lintas negara,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam misi kemanusiaan seperti yang dilakukan Muhammadiyah. Keberhasilan EMT Muhammadiyah menjadi hadiah istimewa menjelang Milad ke-113 Muhammadiyah, sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan gerakan sosial-keagamaan mampu melahirkan karya nyata bagi kemanusiaan—baik di tingkat nasional maupun global.
(Wildan/AS)