October 27, 2025, oleh Humas Universitas

KLIKMU.CO – Sineas asal Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Indonesia–Western Australia Film Festival (IWAFF) 2025 yang digelar di Perth dan Fremantle, Australia Barat, menjadi panggung penting diplomasi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi sister province antara Jawa Timur dan Australia Barat.

Salah satu perwakilan Jawa Timur dalam festival ini adalah Novin Wibowo, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus sineas film. Novin hadir bersama empat pemenang Komfilasi (Kompetisi Film Asli Jawa Timur) 2024.

Dua karya yang ia produseri, yakni Kepaten Obor dan Mbiyodo, terpilih melalui kurasi panitia festival. Keduanya disutradarai oleh Lukman Hakim. Keberangkatan delegasi ini merupakan inisiatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Acara pembukaan yang digelar di Emily Taylor Courtyard, Fremantle, dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Konsul Jenderal RI Perth, Magenta Marshall (anggota Parlemen Rockingham yang mewakili Menteri Industri Kreatif Australia Barat), serta perwakilan Department of Energy and Economic Diversification, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, dan ScreenWest. Dalam sambutannya, Konjen RI menekankan pentingnya film sebagai sarana diplomasi budaya.

“Siang hari ini kami mempertemukan dua sister province, Australia Barat dan Jawa Timur, melalui karya film sebagai jembatan pertukaran budaya,” ujarnya.

Selain pemutaran film, delegasi Jawa Timur juga menggelar serangkaian pertemuan strategis. Produser film terkemuka Australia, Megan Wynn, memberikan apresiasi atas karya sineas Jawa Timur dan membuka peluang kerja sama produksi bersama yang mengangkat tema budaya, pariwisata, hingga isu sosial. Wynn bahkan berencana mengunjungi sejumlah destinasi di Jawa Timur seperti Bromo, Ijen, dan Tumpak Sewu.

Pada hari kedua, delegasi Jawa Timur bertemu beberapa tokoh kreatif, termasuk aktris sekaligus filantropis Elisabeth dan pengusaha kuliner David Wijaya. Pertemuan ini membahas rencana pengembangan wisata gastro-tourism ke Jawa Timur serta peluang produksi film di wilayah tersebut.

Sementara itu, pemutaran film di Luna On SX Cinema mendapat sambutan positif. Seluruh tiket terjual habis. Diplomasi kuliner bertajuk Spice Stories di restoran Emily Taylor, Fremantle, turut memeriahkan rangkaian festival dengan menyajikan menu khas Jawa Timur seperti rujak ikan, krengsengan daging sapi, dan tetel tape.

Festival yang diinisiasi Konsulat Jenderal RI Perth ini berlangsung hingga 4 Oktober 2025. Pemutaran film digelar di dua lokasi, yakni Luna On SX, Fremantle (27 September–1 Oktober) dan Backlot Cinema, Perth (2–4 Oktober). Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap keikutsertaan ini dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, dan industri kreatif antara Jawa Timur dan Australia Barat.

(Wildan/AS)