November 1, 2025, oleh Humas Universitas

Tim Mahasiswa UMM lolos KMI Expo melalui ide Conatus Academy: Belajar Bahasa Inggris Wujudkan Mimpi Internasionalmu yang bisa di akses secara online maupun offline di Malang. (Foto : Istimewa)

Penguasaan Bahasa Inggris telah menjadi paspor vital bagi mahasiswa untuk menembus beasiswa dan jenjang karier internasional. Sayangnya, akses terhadap pendidikan berkualitas seringkali terhalang biaya. Namun, di tengah tantangan ini, muncul inovasi berani. Tim mahasiswa yang diketuai Aloysius Gonzaga Alnabe, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menolak menyerah pada keterbatasan tersebut.

Ide bisnis mereka adalah Conatus Academy: Belajar Bahasa Inggris Wujudkan Mimpi Internasionalmu yang bisa di akses secara online maupun offline di Malang. Lahir dari refleksi pribadi, kini menjadi representasi UMM yang lolos dan siap mengguncang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025 di, Magelang. Transformasi keraguan menjadi solusi oleh Gonza menunjukkan bahwa visi wirausaha menuntut ketajaman analisis dan keberanian mengambil keputusan.

Conatus Academy lahir dari refleksi mendalam Gonza dan tim tentang sulitnya menemukan akses pendidikan Bahasa Inggris yang sekaligus berkualitas dan terjangkau. Gagasan ini sebenarnya sudah muncul sejak semester pertama, namun baru benar-benar diwujudkan pada semester lima, setelah ia mendapatkan pengalaman berharga melalui program beasiswa IISMA ke Spanyol. Dalam proses pengembangannya, Gonza mendapat bimbingan dari dosen pedamping Havidz Ageng Prakoso, M.A. serta dukungan tim Conatus yang beranggotakan lima orang yang bersama-sama fokus mengembangkan bisnis jasa pendidikan Bahasa Inggris.

Mereka berkomitmen menyajikan kursus yang bermutu namun tetap affordable, dapat dijangkau oleh masyarakat luas. “Kami mendirikan Conatus ini untuk bisa mengakomodasi mereka yang mau belajar tapi tidak memiliki privilege untuk bisa belajar Bahasa Inggris. Ini adalah poin utama yang membedakan Conatus dengan bimbel lainnya. Bahkan Conatus menyediakan beasiswa bagi mereka yang benar-benar tidak mampu membayar,” katanya.

Keunggulan lain yang menjadi pondasi kuat Conatus Academy terletak pada metodenya yang unik dalam mengukur keberhasilan peserta. Di Conatus, fokus keberhasilan bukan hanya pada penguasaan materi, melainkan pada pengembangan kepercayaan diri siswa. Mereka tidak menjanjikan kelancaran berbicara dalam satu atau dua bulan, melainkan berupaya membangun fondasi yang kuat, terutama kemampuan critical thinking.

“Yang kita kejar itu adalah bagaimana mereka setidaknya percaya diri terlebih dahulu dan yang kemudian mereka bisa mengadaptasi critical thinking tadi karena metode mengajar kita seperti tanya-jawab,” kata Gonza. Proses evaluasi pun dilakukan secara holistik. Tidak hanya melalui tes grammar dan speaking, tetapi juga dari observasi tutor terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa di dalam kelas.

Untuk KMI Expo XVI 2025, Gonza dan tim sudah menyiapkan strategi matang. Fokus utama mereka adalah menonjolkan pertumbuhan omzet dan novelty (kebaruan) dari model bisnis mereka. Mereka yakin, jarang ditemukan kursus Bahasa Inggris yang memiliki kurikulum berkualitas, didukung oleh 12 tutor berpengalaman internasional (mantan mahasiswa di Jepang, Australia, Spanyol, Korea) dengan harga yang terjangkau. “Kami akan berusaha untuk setidaknya memperkenalkan usaha kami ke tim-tim yang lain, ke mahasiswa-mahasiswa yang lain, agar mereka juga bisa menjadi perpanjangan tangan kami nanti di masa depan,” katanya. (ali/wil)