November 1, 2025, oleh

KLIKMU.CO – Penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diwarnai pesan inspiratif dari dua tokoh nasional, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI, Yandri Susanto. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah dalam membangun kemandirian bangsa, terutama di sektor desa dan ketahanan nasional. Agenda ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025).
Dalam paparannya, Listyo Sigit menyoroti dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Ia menyebut lebih dari 110 konflik bersenjata di berbagai negara, termasuk perang Rusia–Ukraina dan Israel–Palestina, berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi, pangan, dan energi dunia. Meski begitu, ia menilai Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga.
Ia menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai kunci menghadapi krisis global. Polri, lanjutnya, turut berperan aktif melalui program penanaman jagung di lahan satu juta hektare. “Polri sangat terbuka bagi IMM untuk ikut bekerja sama dalam program tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Kapolri mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi secara produktif agar tidak berubah menjadi bencana demografi. Ia memaparkan berbagai langkah pemerintah seperti pembangunan sekolah rakyat, peningkatan kesejahteraan guru, program magang vokasi, hingga dukungan terhadap UMKM sebagai bagian dari strategi mencetak SDM unggul.
Listyo juga menyoroti penyalahgunaan teknologi digital seperti misinformasi, disinformasi, dan deepfake yang dapat merusak kehidupan sosial. “Kita memasuki era citizen journalism. Siapapun bisa berkomentar dan menjadi sumber informasi. Maka, saring dulu sebelum sharing,” tegasnya.
Isu sosial seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian. Data Polri menunjukkan, pengguna judi daring tertinggi berasal dari kelompok berpendapatan rendah, bahkan melibatkan anak di bawah umur. Hingga kini, Polri telah memusnahkan 288 ton narkoba berbagai jenis yang berpotensi memengaruhi lebih dari 629 juta jiwa.
Menutup pesannya, Listyo menegaskan dukungan Polri terhadap IMM sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan menjadi kekuatan moral bangsa. “IMM punya peran penting sebagai suara moral dan intelektual yang menyeimbangkan kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Yandri Susanto hadir dengan semangat kolaboratif. Ia mengajak IMM menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan. “Saya datang bukan untuk berceramah, tapi membangun kemitraan konkret. Kita bukan superman, tapi superteam,” ujarnya menukil pesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Ia menyoroti tantangan urbanisasi ekstrem di Jepang dan Korea Selatan, di mana penduduk desa berpindah ke kota sehingga memicu krisis sosial dan ekonomi. “Desa kini menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Karena itu pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah,” jelasnya.
Yandri juga memaparkan capaian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berhasil mencatatkan pendapatan bersih hingga Rp28 miliar per tahun, serta kemajuan desa ekspor di berbagai daerah seperti Blitar dan Banyumas. Pemerintah, lanjutnya, kini mendorong lahirnya desa tematik seperti desa ikan nila, desa ayam petelur, hingga desa jagung dan timun.
Ia menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Polri melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dengan melibatkan 20 satgas anti-narkoba di tiap desa. “Hari ini saya siap menandatangani MoU dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Semoga kerja sama ini membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Penandatanganan MoU antara Kemendesa PDTT dan UMM menjadi langkah nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk membangun Indonesia dari akar peradaban: desa.
Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik menegaskan pentingnya melahirkan insan paripurna—manusia unggul secara intelektual, spiritual, dan kebangsaan. “UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya.
Penutupan Tanwir XXXIII IMM menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa Muhammadiyah. Melalui kehadiran Kapolri dan Menteri Desa, semangat membangun bangsa dari desa hingga kota mendapat makna baru: perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi melalui kerja sama, kepemimpinan moral, dan komitmen kolektif.
(Wildan/AS)