November 6, 2025, oleh

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi memperluas kolaborasi akademiknya hingga ke Negeri Sakura. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shimonoseki City University (SCU), Jepang, Kampus Putih kini memiliki pusat studi baru.
Acara strategis yang digelar pada Rabu (5/11/2025) ini ditandai dengan peresmian “Japan Academic and Cultural Center” atau yang dikenal sebagai Japan Corner di lingkungan UMM.
Kemitraan ini menjadi tonggak sejarah, menandai kerjasama akademik pertama Shimonoseki City University dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Fokus utama MoU ini adalah penguatan pertukaran ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan riset lintas negara. Kedua universitas sepakat untuk berkolaborasi dalam beberapa bidang utama, meliputi penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, serta pengembangan program pascasarjana di bidang agribisnis.
Kehadiran Japan Corner ini diharapkan berfungsi sebagai hub sentral bagi mahasiswa UMM. Fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai wadah pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan penelitian bersama antara UMM dan SCU.
Lebih lanjut, Japan Corner akan difungsikan sebagai tempat pembekalan khusus bagi mahasiswa yang akan mengikuti program pertukaran pelajar atau melanjutkan studi ke Jepang.
Konsulat Muda Konjen Jepang, Kaori Marohira, yang turut hadir dalam peresmian, menyambut hangat kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa hubungan pendidikan antara Indonesia dan Jepang adalah fondasi krusial untuk masa depan kedua negara.
Menurutnya, kolaborasi UMM dan SCU dapat menjadi model kerja sama strategis untuk membangun jembatan pemahaman antarbangsa dan mendorong adaptasi generasi muda terhadap tantangan global.

“Atas nama Pemerintah Jepang, saya menyampaikan selamat kepada kedua universitas. Kerja sama di bidang pendidikan dan akademik ini menjadi fondasi bagi generasi muda yang akan membentuk masyarakat berkelanjutan. Kami berharap penandatanganan hari ini menjadi langkah awal bagi hubungan yang lebih luas di masa mendatang,” ungkap Kaori.
Presiden Shimonoseki City University, Prof. Chang Wan Han, mengungkapkan kebanggaannya. Ia menyoroti bahwa ini bukan hanya kemitraan pertama SCU di Asia Tenggara, tetapi juga yang pertama dengan universitas berbasis Islam.
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Prof. Han menekankan pentingnya pendidikan yang berfokus pada kemanusiaan.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan UMM, salah satu universitas terbaik dunia di bawah Muhammadiyah. Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, kami tetap ingin menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan, menghargai keanekaragaman budaya, agama, dan bangsa,” ujarnya.
Di sisi lain, Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata dari upaya internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UMM. Menurutnya, kerja sama dengan SCU sejalan dengan visi UMM untuk memberikan dampak global melalui penguatan riset, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui MoU ini, kami berharap dapat membuka pintu yang lebih luas untuk penelitian bersama, program gelar ganda, dan inisiatif budaya yang menumbuhkan saling pengertian. Japan Corner akan menjadi ruang untuk belajar, berdialog, dan mengembangkan kolaborasi yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat,” tegas Nazaruddin.
Acara peresmian ini turut dimeriahkan dan ditutup dengan penampilan dari UKM Sansekerta UMM yang membawakan tarian ‘Senbonzakura’, sebuah kolaborasi unik yang merepresentasikan harmonisasi dua budaya. (dan/but)