November 10, 2025, oleh Humas Universitas

Dr. Achmad Tito Rusady, S.S., M.Pd salah satu dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk berkontribusi dalam konferensi bahasa Arab internasional yang ke-11 di Dubai, Uni Emirat Arab. (Foto : Istimewa)

Bahasa Arab menjadi bahasa global dunia, hal ini lantaran banyak dari penutur yang menggunakan bahasa Arab baik untuk komunikasi, pembelajaran, bisnis, dan lainnya. Hal itu pula yang mendorong Dr. Achmad Tito Rusady, S.S., M.Pd salah satu dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk berkontribusi dalam konferensi bahasa Arab internasional yang ke-11 di Dubai, Uni Emirat Arab, 22-24 Oktober lalu.

Konferensi ini diikuti lebih dari 85 negara dengan menghadirkan hampir 800 makalah penelitian, yang dipresentasikan dalam 122 sesi ilmiah secara luring atau offline. Tito sapaan akrabnya, menuturkan bahwa konferensi ini ia ikuti atas sebuah tulisan karyanya yang menarik. Yakni hasil dari konferensi internasional bahasa Arab ke 10 tahun lalu. Sehingga ia turut mencoba unjuk materi dalam kegiatan konferensi ke-11 ini.

Pada kesempatan tersebut, karya buku ‘Belajar Bahasa Arab dari Bacaan Sholat’ yang ditulisnya mendapat banyak apresiasi. Termasuk dari dua pemakalah asal Bangladesh. Bahkan mereka meminta buku dan makalah untuk diterapkan di negara mereka. Berbagai metode dan isi dalam dalma bukunya menjadi sudut pandang baru bagi mereka.

“Alhamdulillah dapat kesempatan untuk upgrade diri dalam penelitian di kancah internasional secara offline di luar negeri. Biasanya selama ini ikut secara online atau offline tapi dalam negeri. Tentu agenda ini punya kesan tersendiri yang unik dan mendalam,” katanya.

Tentu dengan pengalaman yang langka ini menambah pengalaman yang luar biasa bagi dosen terkait, institusi, dan bisa berbagi pengalaman dan motivasi untuk para mahasiswa nantinya. Selain itu, ia juga berpesan kepada para pembelajar bahasa Arab agar menguasai bahasa Arab fushah baik lisan maupun tulisan karena memudahkan seseorang untuk komunikasi antar negara Arab maupun non Arab, di samping bahasa fushah juga digunakan dalam aktivitas ibadah sehari-hari umat Islam.

Raihan ini menjadi torehan sepak terjang dari para dosen PBA, termasuk Tito. Ia berharap dengan keikutsertaannya dapat menambah kebermanfaatan dan keberkahan untuk banyak pihak. Termasuk perkembangan Bahasa Arab di Indonesia. (*/wil)