December 4, 2025, oleh Humas Universitas

Tim Maharesigana UMM diterjunkan ke lokasi bencana, membawa bantuan, layanan psikososial, dan semangat pemulihan bagi warga terdampak. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya dalam membantu penanggulangan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wakil Rektor II UMM, Dr Ahmad Juanda Ak MM CA, menyampaikan bahwa UMM turut bersimpati dan berduka atas bencana yang terjadi, terutama banjir bandang dan longsor yang melanda Medan serta daerah sekitarnya.

Berdasarkan data terbaru BNPB per Rabu pagi (3/12/2025), pukul 07.15 WIB, jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 753 jiwa. Selain itu, tercatat 650 orang hilang dan 2.600 warga mengalami luka-luka. Sementara itu, sebanyak 576.300 orang mengungsi di ketiga provinsi tersebut. Data tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana sekaligus urgensi penanganan cepat dan terkoordinasi.

Dr Juanda menjelaskan bahwa UMM telah berkomunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai AUM terdekat di lokasi bencana untuk memperkuat koordinasi dan langkah bantuan. “UMM tidak tinggal diam. Kami langsung berkoordinasi, termasuk dengan MDMC, untuk menerjunkan tim Maharesigana UMM membantu penanganan di lapangan. Secara real, kami sudah bergerak,” ujarnya.

Selain mengirim relawan, UMM juga memberi perhatian khusus kepada mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana. Kampus Putih akan mempertimbangkan keringanan pembiayaan pendidikan serta dukungan kebutuhan dasar. “Intinya, UMM peduli. Mahasiswa yang keluarganya terdampak akan kami bantu semaksimal mungkin, baik dalam bentuk biaya pendidikan maupun dukungan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam merespons kebencanaan di Padang, Sumatera Barat, tiga dosen UMM akan diberangkatkan minggu ini bersama 17 relawan mahasiswa dari berbagai jurusan. Misi kemanusiaan tersebut berfokus pada layanan psikososial, kesehatan, operasional dapur umum, serta pemasangan filter air bersih.

UMM melalui Maharesigana juga menggalang dana bersama civitas akademika. Dana yang terkumpul digunakan untuk pengadaan hygiene kit dan family kit bagi warga terdampak di Sumbar, Aceh, dan Sumut. Langkah ini menegaskan komitmen UMM untuk hadir secara nyata dalam pemulihan pascabencana.

Dr Juanda menambahkan bahwa seluruh relawan telah dipersiapkan dengan matang, baik dari sisi kompetensi maupun mental. “Kami berangkat bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa kehadiran yang menenangkan dan semangat untuk memulihkan harapan warga. Setidaknya kini sudah terkumpul dana puluhan juta untuk bantuan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa UMM akan terus berada di garis depan dalam respon kebencanaan. Dengan kolaborasi, kesiapsiagaan, serta kepedulian terhadap mahasiswa dan masyarakat, UMM menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang cepat tanggap dan hadir untuk Indonesia.

(Faqih/AS)