December 6, 2025, oleh

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi saksi bisu pertemuan gagasan terbaik bangsa pada Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025. Digelar bersamaan dengan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 pada 4-6 Desember 2025, ajang yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini tak sekadar menjadi panggung apresiasi, tetapi juga perayaan kolaborasi, inovasi, dan semangat pemberdayaan.
Sebagai tuan rumah, UMM tampil melalui tim mahasiswanya yang menyuguhkan inovasi konkret untuk problem pertanian lokal. Kolaborasi lintas disiplin antara Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika menjadi magnet perhatian pengunjung hari kedua. Tim ini memperkenalkan alat Smart Farming berbasis IoT bertenaga surya yang mampu mengusir hama burung dan tikus menggunakan gelombang ultrasonik, solusi yang lahir dari observasi mereka terhadap keluhan kelompok tani.
Salah satu anggota tim, Muhammad Firdaus, menjelaskan bahwa keluhan petani mengenai hama menjadi titik awal lahirnya inovasi tersebut. “Kami turun langsung ke lahan dan melihat sendiri bagaimana burung dan tikus merusak hasil panen. Dari situ kami sadar, harus ada teknologi yang bisa membantu tanpa membebani petani,” ujarnya.
Firdaus juga mengungkapkan kebanggaan timnya ketika akhirnya bisa melaju hingga tahap Abdidaya. “Tahun sekarang ini kami pecah rekor! Ini pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Agribisnis mencapai titik ini,” tuturnya. “Kami ingin membuktikan bahwa inovasi dari mahasiswa UMM bukan hanya konsep, tapi benar-benar bisa menyentuh kebutuhan masyarakat.”
Sejak pagi, kompleks kampus UMM dipenuhi energi. Aroma kopi dan masakan dari bazar UMKM berbaur dengan semangat para peserta yang hilir mudik. Sorotan utama tertuju pada kegiatan Lokakarya dan Expo Poster, galeri terbuka yang menampilkan luaran wajib dan produk tambahan dari ratusan tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Area pameran menjadi ruang penilaian karya terbaik. Dewan juri menyeleksi poster dan video berdasarkan unsur informatif, kreatif, visual menarik, kelengkapan, serta inovasi. Persaingan ketat terlihat, mengingat pemenang Anugerah Abdidaya akan diumumkan pada sesi penganugerahan malam nanti. Kategori penghargaan mencakup Tim Pelaksana (13 kategori), Ormawa (7 kategori), Mitra Keberlanjutan (3 kategori), hingga Perguruan Tinggi (5 kategori).
Euforia masih terasa sejak pembukaan Abdidaya Ormawa di UMM pada Kamis malam, 4 Desember 2025. Rizal, salah satu peserta dari UNDIP, mengenang hangatnya suasana yang tercipta. “Kesan dari teman-teman sih seru banget ya kemarin. Bahkan hampir gak mau pulang,” ujarnya. Keseruan itu hadir karena semangat kebersamaan yang terbangun, di mana seluruh tim saling bahu-membahu tanpa hanya membebankan pada satu penanggung jawab.
Menutup hari yang penuh inspirasi, Rizal menyampaikan harapan agar Abdidaya Ormawa terus hadir setiap tahun. “Impact-nya bukan cuma ke individu, tapi benar-benar ke pemberdayaan masyarakat.” Doa agar pemerintah terus mendukung penyelenggaraan ini menjadi penutup manis dari rangkaian kegiatan hari kedua di Bumi Arema.(*bil/faq)
Penulis: Zlatan Abil Ibrahim | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman