December 9, 2025, oleh

SURYAMALANG.COM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) melalui Emergency and Disaster Team (EDT) memberangkatkan sebanyak 55 relawan untuk membantu korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (7/12/2025).
Pemberangkatan tim relawan ini masuk ke dalam Program Pengabdian Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Sumatera, Kemendiktisaintek.
Relawan yang diberangkatkan merupakan gabungan dari civitas akademika Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Mereka membawa bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, logistik, sembako, peralatan dapur umum, alat edukasi, tenda darurat, hingga perangkat pengolahan air bersih.
Kepala Tim Tanggap Bencana Sumatera, dr Aurick Yudha Nagara Sp EM KPEC mengatakan, total bantuan yang dikirim mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar.
“Total personel terdiri dari 16 dosen, 10 tenaga kependidikan, 2 mahasiswa spesialis, dan 14 mahasiswa.”
“Selain personel, kami juga mengirimkan bantuan logistik dan teknologi tepat guna karya UB,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, para relawan akan fokus pada pelayanan kesehatan darurat bagi para pengungsi.
Kemudian, fokus kepada penyediaan air bersih melalui mesin penjernih karya UB, serta layanan psikososial bagi korban terdampak di Kabupaten Agam.
Keberangkatan tim dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang.
Dua tim telah berangkat menuju lokasi bencana, yakni tim AJu diberangkatkan pada Sabtu (6/12/2025) untuk koordinasi awal dan tim logistik menyusul pada Minggu (7/12/2025).
Sementara tim relawan inti diberangkatkan hari ini pada Senin (8/12/2025).
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Widodo SSi M Si PhD menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi di Sumatera.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk hadir langsung membantu masyarakat.
“Di tengah peringatan Dies Natalis ke-63 ini, kami mengajak seluruh civitas akademika untuk terus berempati dan mendoakan agar proses penanganan bencana berjalan lancar,” kata Prof Widodo.