December 12, 2025, oleh Humas Universitas

Forum akademik yang digelar oleh Prodi Kesos UMM /Dafa Wahyu Pratama/MALANGRAYA.CO/Humas UMM

MALANGRAYA.CO– Tantangan pekerja sosial dalam menangani pasien dengan kebutuhan kompleks menjadi sorotan utama dalam Kuliah Tamu Nasional yang digelar Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kegiatan bertema “Transformasi Pelayanan Sosial: Inovasi, Kolaborasi, dan Penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial” itu berlangsung di Aula BAU Kampus III UMM pada Rabu (10/12/2025) dan diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga mitra lembaga praktik.

Direktur RS Radjiman Wedyodiningrat, dr. Yuniar, Sp.KJ, MMRS, mengungkapkan bahwa peran pekerja sosial di rumah sakit sering kali tidak terlihat meski memiliki fungsi vital, terutama dalam penanganan pasien dengan gangguan jiwa yang kerap menghadapi stigma hingga penolakan keluarga.

“Dalam kondisi seperti ini, pekerja sosial menjadi garda terdepan untuk memastikan pasien mendapat perlindungan dan layanan yang tepat,” tegasnya.

Yuniar menjelaskan, rumah sakitnya telah menerapkan model pelayanan multidisiplin untuk menjawab kebutuhan pasien secara menyeluruh.

“Pelayanan kesehatan saat ini tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas profesi menjadi kunci agar layanan benar-benar berpihak pada pasien,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis pekerja sosial dalam edukasi masyarakat, asesmen kebutuhan, hingga advokasi akses layanan kesehatan. Sejak 2022, penguatan peran tersebut dilakukan melalui berbagai kemitraan, termasuk kerja sama dengan platform Kitabisa untuk membantu pasien yang menghadapi kendala biaya.

“Mulailah dari hal kecil, bangun portofolio, dan tunjukkan dampaknya. Apa pun bidang yang kalian pilih, cintai profesinya,” pesan Yuniar kepada peserta.

Sementara itu, pakar kesejahteraan sosial Dr. Rinikso Kartono, M.Si., memaparkan peluang dan tantangan pekerja sosial medis di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan profesi ini terus meningkat seiring kompleksitas masalah kesehatan masyarakat.