December 13, 2025, oleh Humas Universitas

Mahasiswa yang lolos magang ke Japing

Selama magang nanti, peserta akan terlibat dalam aktivitas lapangan seperti pemanenan kayu menggunakan senso, grass cutting atau pembersihan lahan, hingga memahami sistem manajemen kehutanan Jepang. Kyushu Bark merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pemanenan kayu dan industri kehutanan.

Melalui CoE Forest Industry UMM, peserta telah mendapatkan pembekalan teknis dan non-teknis sebagai persiapan sebelum terjun ke industri Jepang. Pembelajaran meliputi bahasa Jepang, budaya kerja, materi teknis kehutanan yang lebih spesifik, serta praktik penggunaan alat lapangan. “Di CoE kami belajar hal-hal yang tidak diajarkan di kelas reguler, termasuk praktik senso,” kata Adib.

Aktivitas CoE pembekalan sebelum ke jepang

Selain itu, CoE Forest Industry juga menargetkan mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi Specified Skilled Worker (SSW), yang membuka peluang bekerja secara profesional di Jepang. “Kalau sudah bersertifikat SSW, peluang kerja di Jepang jauh lebih besar,” tambahnya.

Menurut rencana, ketiga mahasiswa akan diberangkatkan pada pertengahan Februari 2026 setelah menyelesaikan persyaratan administrasi seperti visa, paspor, dan tes JFT. Magang dijadwalkan berlangsung hingga Agustus 2026.

Program persiapan CoE Forest Industry UMM diharapkan terus menjadi jalur strategis bagi mahasiswa untuk mengakses peluang internasional, khususnya pada sektor industri kehutanan berkelanjutan.