December 17, 2025, oleh Humas Universitas

UMM memberangkatkan tim koas kedokteran dan tenaga kesehatan ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, untuk memberikan layanan medis dan dukungan psikososial bagi warga terdampak bencana hingga akhir Desember 2025. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (16/12/2025). Tim ini akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana hingga 27 Desember 2025.

Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Dalam kerja sama ini, UMM dipercaya menjalankan program secara penuh dengan menangani langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam.

Salah satu koordinator kegiatan, Dr Arina Restian MPd, menjelaskan bahwa program di Agam bertujuan melanjutkan sekaligus memaksimalkan layanan yang telah berjalan, khususnya di bidang kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat terdampak meliputi layanan medis, kefarmasian, serta dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial.

“Sebelumnya, pada 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang ke sana. Kegiatan kali ini merupakan kelanjutannya. Fokus kami sekarang berada pada ranah kesehatan,” ujarnya.

Tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas atau calon dokter muda Fakultas Kedokteran UMM, serta berbagai elemen kesehatan yang ada di lingkungan kampus. Mereka membawa beragam logistik bantuan, mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, hingga perangkat pemeriksaan darah.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di Kabupaten Agam masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, ribuan penyintas terdampak bencana dan proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

“Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” tuturnya.

Ia menambahkan, keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salis juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya kepada tim.

Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM menunjukkan kontribusi nyata dalam pemulihan masyarakat Kabupaten Agam sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan.

(Faqih/AS)