December 18, 2025, oleh

TRIBUN JATIM – Pandangan tersebut disampaikan dalam acara Tribun Talks yang digelar di Rayz Hotel UMM Malang, Jawa Timur, Rabu (17/12/2025).
Menurut Ratih, kehadiran Bus Transjatim dapat dipahami melalui dua pendekatan teori utama, yakni manajemen transportasi publik dan manajemen destinasi pariwisata.
Keduanya saling berkaitan dan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau kita melihat secara teoritis, Transjatim ini menjadi penghubung antara pemerintah sebagai pengelola dengan masyarakat sebagai pengguna,” ujarnya.
“Dalam konteks pariwisata, transportasi publik adalah faktor penting yang menentukan aksesibilitas,” ujarnya.
Ratih menilai, aksesibilitas menjadi kekuatan utama Transjatim di Malang Raya.
Dengan tarif yang terjangkau serta fasilitas yang nyaman, layanan ini mampu menarik antusiasme masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bus sering penuh,” ujarnya.
“Ini menunjukkan bahwa harga murah dan kenyamanan menjadi daya tarik utama,” katanya.
Dari sisi ekonomi, Ratih menegaskan, Bus Transjatim Malang Raya berpotensi menciptakan multiplier effect yang positif.
Aktivitas ekonomi mulai tumbuh di sepanjang rute yang dilalui, terutama di kawasan terminal dan halte.
“Penggerak ekonomi lokal mulai terlihat, khususnya di area terminal dan pemberhentian bus,” ujarnya.
“Ini perlu didukung oleh pemerintah daerah, misalnya dengan membuka kios UMKM atau tenda-tenda usaha agar dampaknya semakin terasa,” jelasnya.