December 19, 2025, oleh

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Fakultas Teknik. Dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jember pada 23–26 Oktober lalu, tim Mekatronik UMM berhasil meraih Juara 2, bersaing dengan puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Farel, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa kategori lomba yang diikuti tim UMM adalah mobil hemat energi, yang menuntut ketelitian tinggi dalam perancangan sistem kendaraan. Mobil yang dilombakan menggunakan bahan bakar hemat energi, sehingga setiap aspek—mulai dari desain bodi, sistem pembakaran, hingga manajemen energi—harus dirancang seefisien mungkin.
”Tantangan ini menjadikan KMHE sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sarat nilai inovasi dan keberlanjutan,” katanya, Kamis (18/12/2025).
“Kami menghadapi tantangan pada stabilitas prototipe etanol, integrasi sistem, dan manajemen waktu. Namun, hal tersebut dapat diatasi melalui pembagian tugas yang terstruktur, pengujian berkala, serta koordinasi intensif antara tim dan dosen pembina,” ujar Farel.
Tim Mekatronik UMM juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak kampus, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas penunjang, maupun dukungan moral. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi dan semangat tim selama mengikuti rangkaian kompetisi. Kehadiran UMM sebagai institusi pendukung dinilai mampu menciptakan ekosistem prestasi yang sehat dan berkelanjutan bagi mahasiswa.
Sementara itu, pembina LSO Mekatronik UMM, Andi Nusa, menilai capaian Juara 2 KMHE 2025 sebagai hasil yang baik, namun masih menyisakan ruang evaluasi dan peningkatan. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut harus dipandang sebagai pijakan awal untuk mendorong riset yang lebih mendalam, khususnya dalam pengembangan kendaraan hemat energi agar mampu bersaing lebih optimal pada kompetisi berikutnya.
Andi, sapaan akrabnya, juga mendorong tim untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan di luar musim lomba, mengingat periode kompetisi biasanya berlangsung pada Oktober hingga Desember. Di luar rentang tersebut, mahasiswa diharapkan fokus pada riset teknis, peningkatan efisiensi energi, serta penguatan performa kendaraan agar hasil yang dicapai semakin maksimal.
Terakhir, ia berpesan agar capaian ini tidak membuat mahasiswa cepat berpuas diri. Menurutnya, keseimbangan antara peningkatan kemampuan teknis dan pembinaan sumber daya manusia menjadi kunci agar tim Mekatronik UMM mampu melangkah lebih jauh dan konsisten mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di ajang nasional maupun internasional.
(Faqih/AS)