December 22, 2025, oleh Humas Universitas

Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih penghargaan pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Pada ajang ini, Humas UMM berhasil meraih silver medal kategori pengelolaan laman dan bronze medal kategori pengelolaan media sosial. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Prestasi demi prestasi terus diraih Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Humas UMM kembali membawa pulang dua penghargaan dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Jumat (19/12/2025).

Pada ajang tersebut, Humas UMM meraih silver medal kategori pengelolaan laman serta bronze medal kategori pengelolaan media sosial. Capaian ini menegaskan konsistensi kinerja Humas UMM dalam pengelolaan komunikasi publik di bidang pendidikan tinggi.

Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro MIkom menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti konsistensi performa Humas UMM dalam menyebarkan informasi pendidikan tinggi, termasuk berbagai program Kampus Berdampak.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Setiap tahun Humas UMM selalu berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Diktisaintek. Bahkan pada tahun ini, kami kembali mempertahankan dua raihan penghargaan sekaligus,” ujarnya.

Maharina menilai, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kinerja Humas UMM, khususnya dalam menyuarakan berbagai program universitas yang sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek. Keberhasilan ini, lanjutnya, juga tidak lepas dari strategi publikasi yang dilakukan secara terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berupaya menghadirkan konten yang dapat diterima masyarakat luas. Misalnya, konten yang relevan dengan tren generasi muda seperti Gen Z melalui platform Instagram dan TikTok. Di sisi lain, kami juga rutin merilis berita bernuansa ilmiah dan berdampak dengan kemasan yang tetap menarik,” jelasnya.

Tim Humas UMM, lanjut Maharina, juga aktif mempromosikan berbagai program berdampak yang dijalankan universitas. Salah satu keunikan UMM adalah keberadaan Direktorat Saintek yang menjadi wadah inovasi dan penelitian terhilirisasi. Berbagai inovasi dan program pengabdian pun lahir, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Terbaru, melalui Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M), UMM berupaya turut mengatasi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur.

“Direktorat Saintek ini menjadi katalisator yang mempercepat UMM untuk terus memberi dampak bagi masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak kami lakukan untuk menebar kebermanfaatan. Program-program inilah yang senantiasa kami sebarkan melalui berbagai kanal media,” tambahnya.

Ia menegaskan, capaian ini menjadi motivasi bagi Humas UMM untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, menyebarkan informasi positif, serta berkontribusi dalam membangun negeri agar semakin berdampak bagi Indonesia.

(Wildan/AS)