December 23, 2025, oleh Humas Universitas

Penyerahan hygiene-kit ke BPBD Kab. Agam, diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Agam (Foto: Istimewa)

Malang (beritajatim.com) – Ancaman penyakit menular, khususnya gangguan kesehatan kulit, kini menghantui para penyintas banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Genangan lumpur yang belum sepenuhnya surut dan sanitasi yang buruk menjadi tantangan berat bagi warga.

Merespons kondisi darurat ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat menyalurkan bantuan vital berupa paket kebersihan atau hygiene kit serta menerjunkan tim medis ke lokasi bencana. Langkah ini merupakan upaya konkret Kampus Putih untuk memastikan kesehatan para penyintas tetap terjaga di tengah keterbatasan fasilitas air bersih di pengungsian.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Terbaru, tim relawan UMM menyisir wilayah Maninjau pada Sabtu (21/12/2024) untuk membagikan paket kebersihan langsung ke tangan warga. Sebelumnya, serah terima bantuan secara simbolis telah dilakukan pada Kamis (19/12/2024) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, yang diterima langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM atas kepeduliannya. Bantuan ini akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Bupati Benni.

Ia menegaskan, paket bantuan ini akan diprioritaskan untuk didistribusikan ke daerah-daerah dengan dampak kerusakan paling parah. Menurutnya, hygiene kit yang berisi sabun, handuk, dan alat kebersihan diri lainnya adalah kebutuhan mendesak yang sangat krusial dalam masa tanggap darurat ini.

Aksi kemanusiaan UMM di Sumatera Barat ini tidak berjalan sendiri. Pihak universitas berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Sejak 8 Desember lalu, UMM telah mengirimkan puluhan relawan ahli yang terdiri dari dokter umum, perawat, apoteker dari Rumah Sakit UMM, dokter muda Fakultas Kedokteran, hingga tim Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana).

Ketua Pos Koordinasi Relawan UMM, Indra Ferry, menjelaskan urgensi dari penyaluran hygiene kit ini. Menurutnya, bencana banjir dan longsor meninggalkan lingkungan yang lembap, kotor, dan berlumpur. Kondisi ini menjadi sarang kuman yang rentan memicu wabah penyakit kulit seperti gatal-gatal, iritasi, hingga infeksi serius.

“Penyaluran hygiene kit bertujuan memberikan fasilitas dasar agar warga terdampak tetap dapat menjaga kebersihan diri secara layak di tengah keterbatasan pascabencana,” jelas Indra yang juga Dosen Akuakultur UMM tersebut.

Ia menambahkan, dampak bencana tidak hanya pada kerusakan infrastruktur fisik, tetapi juga kesehatan masyarakat yang menurun akibat minimnya akses air bersih. Oleh karena itu, intervensi kesehatan melalui penyediaan alat kebersihan menjadi prioritas utama tim relawan.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan meringankan beban para penyintas banjir dan longsor, serta memberikan dukungan moral bagi mereka untuk bangkit memulihkan kondisi,” pungkasnya. [dan/aje]