January 7, 2026, oleh

Bagi Umi, kemampuan public speaking bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Ia menilai, latar belakang keilmuan PAI justru memberi kekuatan tersendiri dalam membangun komunikasi yang beretika dan berlandaskan ilmu.
“Kalau lulusan PAI tidak mahir bicara, panggung dakwah bisa diisi oleh orang yang keliru. Sekarang banyak yang pintar bicara, tetapi tidak memiliki kompetensi keilmuan. Di sinilah pentingnya mahasiswa PAI menguasai komunikasi,” tegasnya.
Selama menempuh studi di UMM, Umi aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia tercatat sebagai anggota UKM MTQ, aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta pernah dipercaya menjadi Ambassador I’am Women Indonesia 2023. Berbagai pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan dan komunikasi yang membentuk kepercayaan dirinya.
“Justru dari organisasi saya belajar banyak, mulai dari mengelola tim, menyampaikan gagasan, hingga memahami perbedaan karakter,” ujarnya. Ia juga memanfaatkan forum presentasi kelas sebagai sarana melatih kemampuan membaca audiens dan strategi komunikasi yang tepat.
Tak berhenti di situ, Umi juga menapaki dunia wirausaha. Ia kini menjabat sebagai CEO Speak Minds Academy, lembaga kursus komunikasi profesional dengan sepuluh kelas spesialisasi. Ia mengantongi sejumlah sertifikasi nasional, seperti Certified Public Speaker (CPS), neuro linguistic programming (NLP), serta sertifikasi penyiar TV level 3 KKNI.

Selain itu, bisnis rintisannya, Tale Gifts and Co, berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan dikonversi menjadi nilai mata kuliah melalui kebijakan akademik UMM.
Di bidang sosial, Umi mendirikan Komunitas Santri Putri Khawla Benazir sebagai wadah pemberdayaan santri putri. Komunitas ini rutin menggelar workshop untuk membangun kepercayaan diri santri, khususnya dalam bidang menulis dan public speaking.
“Saya sering melihat santri minder ketika masuk dunia kampus. Padahal potensi mereka besar. Komunitas ini ingin menegaskan bahwa santri juga bisa tampil percaya diri dan berprestasi,” jelasnya.
Menutup kisahnya, Umi berpesan agar mahasiswa berani membangun portofolio sejak dini dan memanfaatkan seluruh fasilitas kampus. Menurutnya, masa kuliah adalah fase terbaik untuk belajar, bereksplorasi, dan menempa diri.
“Selama masih mahasiswa, kita punya banyak akses dan dukungan. Jangan takut mencoba, karena banyak peluang berharga justru hanya datang saat kita masih kuliah,” pungkasnya. (*)