January 12, 2026, oleh

MALANG, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Renaissance FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali tahun 2026 dengan menggelar kajian bertema Analisis Sosial dan Investigasi Sosial pada Jum’at (9/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Mahasiswa Cafe, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman kader terhadap konsep Analisis Sosial dan Investigasi Sosial sebagai modal awal dalam membaca realitas sosial di tengah masyarakat.
Terlebih IMM Renaissance FISIP sebagai organisasi yang bergerak dalam rumpun sosial dan humaniora, dinilai perlu membekali anggotanya dengan kemampuan analisis yang kritis dan sistematis. Adapun yang didapuk sebagai pemateri ialah Iqbal Putra Pratama selaku Sekretaris Bidang Riset Pengembangan Keilmuan PC IMM Malang Raya.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa lingkaran analisis sosial terbagi menjadi dua, yakni internal dan eksternal. Ia menekankan pentingnya kepekaan dalam proses analisis.
“Sejauh mana kita mengetahui kondisi teman-teman di sekitar, karena analisis sosial tidak membahas hal yang abstrak, melainkan realitas yang nyata,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap fenomena sosial memiliki hukum kausalitas. Oleh karena itu, diperlukan proses analisis dan investigasi yang mendalam hingga menyentuh akar permasalahan.
“Sekalipun hasil observasi bisa bersifat subjektif maupun objektif, proses analisis tetap harus dilakukan secara sistematis,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Analisis Sosial dan Investigasi Sosial saling berkaitan. “Analisis sosial secara tidak langsung bermuara pada investigasi sosial. Yang membedakan hanya teks dan konteksnya,” tuturnya.
Dalam praktiknya, terdapat dua metode utama dalam melakukan investigasi sosial, yaitu investigasi langsung dengan menentukan objek dan informan, serta investigasi tidak langsung melalui media sebagai sumber analisis.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesalahan yang sering terjadi adalah hilangnya fokus dalam proses analisis, sehingga pembahasan menjadi melebar dan tidak terarah.
Pelaksanaan kajian ini tidak hanya menggunakan metode ceramah partisipatoris, tetapi juga dilengkapi dengan visual learning untuk meningkatkan interaksi peserta. Kegiatan ditutup dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang refleksi dan pendalaman materi.