January 12, 2026, oleh

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan gerakan literasi. Kegiatan seperti ini akan terus kami inisiasi agar budaya baca dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Kegiatan literasi ini disambut antusias oleh puluhan anak dan warga setempat. Kehadiran Mobil Terbang dengan beragam koleksi buku anak menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak tampak bersemangat membaca dan mengikuti pendampingan yang dilakukan oleh relawan dan mahasiswa UMM.
Kepala Dusun Paras, Hani Masudi, mengapresiasi kehadiran perpustakaan keliling dari RBC Institute AMF. Ia menilai program tersebut sangat relevan di tengah derasnya arus digital yang kerap menggeser minat baca anak.
“Di saat gawai mendominasi aktivitas anak-anak, kehadiran Mobil Terbang menjadi inovasi yang mampu menarik kembali perhatian mereka pada buku,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Pondok Anyam merupakan ruang belajar yang berada di bawah naungan komunitas literasi Republik Gubuk yang dipimpin Fachrul Alamsyah (Cak Irul). Sinergi antara RBC Institute AMF dan Republik Gubuk dinilai mampu memperkuat ekosistem literasi desa, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kebiasaan belajar anak sejak dini.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UMM sebagai pendamping belajar. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kampus Putih dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan pemberdayaan masyarakat berbasis dampak.
Melalui program ini, UMM berharap dapat terus menghadirkan gerakan literasi yang kontekstual dan menyenangkan sebagai ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ke pelosok desa. (*)