January 13, 2026, oleh Humas Universitas

Atlet UKM Karate Universitas Muhammadiyah Malang usai berlaga pada Batu Karate Challenge Open Tournament di GOR Gajah Mada, Kota Batu, 26–28 Desember 2025. Karate UMM berhasil meraih enam medali dalam ajang tersebut. (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Kali ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate UMM berhasil meraih enam medali dalam ajang Batu Karate Challenge Open Tournament yang digelar di GOR Gajah Mada, Kota Batu, pada 26–28 Desember 2025.

Kejuaraan tersebut diikuti atlet karate dari berbagai daerah di Jawa Timur dan berada di bawah naungan Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Kota Batu.

Dari enam atlet yang diturunkan, lima di antaranya sukses menyumbangkan medali bagi UMM. Capaian ini dinilai istimewa karena diraih di tengah proses regenerasi atlet serta berkurangnya jumlah personel yang aktif bertanding. Meski demikian, Karate UMM tetap mampu menjaga reputasinya sebagai salah satu UKM olahraga berprestasi di lingkungan kampus.

Ketua Umum Karate UMM Fadil Inayatullah menjelaskan bahwa timnya tampil di sejumlah kategori pertandingan dan berhasil membawa pulang enam medali.

“Kami meraih juara tiga Kata Perorangan Senior Putri, juara tiga Kumite Perorangan Senior Putra, juara tiga Kumite Perorangan Senior Putri, serta juara tiga Kata Beregu Junior Putri. Salah satu atlet bahkan meraih dua medali dari dua kategori berbeda, yakni kata beregu junior putri dan kata perorangan senior putri, keduanya juara tiga,” jelasnya.

Untuk menghadapi Batu Karate Challenge, para atlet menjalani program latihan khusus berupa training center (TC) intensif selama lebih dari satu bulan. Program ini dirancang khusus bagi atlet yang akan diturunkan dalam kejuaraan.

“Saat TC, latihannya benar-benar dipacu. Fokusnya bukan hanya fisik, tetapi juga kesiapan tanding. Dalam sepekan ada dua kali latihan khusus, minimal satu bulan sebelum kejuaraan,” ujar Fadil.

Di sisi lain, Pembina Karate UMM Havidz Ageng Prakoso MA menilai capaian ini sebagai hasil dari proses adaptasi dan pembenahan internal yang cukup signifikan. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Karate UMM sempat vakum dari berbagai kejuaraan akibat pergantian kepengurusan dan pelatih.

“Kami fokus membenahi internal terlebih dahulu, kemudian kembali aktif berlatih. Sebelum turun ke kejuaraan, kami juga mengadakan pelatihan khusus dengan pelatih baru,” terangnya.

Menurut Ageng, perubahan pelatih membawa pendekatan baru yang lebih sesuai dengan karakter atlet muda saat ini. “Pelatih yang sekarang pendekatannya lebih soft dan humanis. Tidak hanya fisik, tetapi juga membangun feeling dan chemistry antara pelatih dan atlet. Ternyata itu sangat penting,” ungkapnya.

Ageng juga mengaku bangga terhadap keberanian atlet dan pengurus Karate UMM dalam mengambil keputusan demi kemajuan tim.

“Saya puas dan bangga karena mereka berani menentukan arah sendiri dan bertanggung jawab atas pilihannya. Mereka memilih pelatih baru, dan sekarang bisa membuktikannya dengan prestasi,” ujarnya.

Ke depan, Karate UMM menargetkan peningkatan prestasi di berbagai ajang, mulai tingkat provinsi, nasional, hingga multievent seperti POMPROV dan SEA Games. Dengan dukungan kampus serta semangat baru dari atlet dan pelatih, Karate UMM optimistis dapat terus melahirkan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di tingkat yang lebih luas.

(Faqih/AS)