January 14, 2026, oleh
MAKLUMAT — Pusat Studi Islam Berkemajuan Universitas Muhammadiyah Malang (PSIB UMM) menggelar refleksi awal tahun 2026 bertajuk “Mempercepat Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045,” yang dilangsungkan di di RBC Institute Abdul Malik Fadjar, Senin (12/1/2026).
Forum yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, hingga pemangku kebijakan itu, dimaksudkan untuk meninjau capaian pemerintah sekaligus merumuskan langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Refleksi tersebut menegaskan urgensi percepatan transformasi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Kepala PSIB UMM, Prof Gonda Yumitro PhD, dalam sambutannya menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam memberikan rekomendasi berbasis riset bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Indonesia Emas 2045 bukan hanya slogan, tetapi suatu visi yang memerlukan keterlibatan semua pihak, terutama dalam membangun SDM unggul,” ujarnya.
Refleksi awal tahun ini, lanjut Gonda, merupakan bagian dari ikhtiar PSIB UMM dalam mendukung terwujudnya generasi emas 2045.
“Agar kita dapat menawarkan inovasi-inovasi di awal, biasanya kegiatan refleksi semacam ini diadakan di akhir tahun. Akan tetapi PSIB UMM mengadakan refleksi di awal tahun sebagai aspek untuk melihat hal-hal yang diperbaiki untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045 kelak,” katanya.
Di sisi lain, Wali Kota Batu Nurochman SH MH, yang didapuk sebagai keynote speaker dalam forum tersebut, menegaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 membutuhkan peran aktif pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pentingnya menjunjung nilai-nilai lokal yang selaras dengan visi nasional dan global.
“Kami memiliki beberapa program yang dikenal dengan “SAE Ning Mbatu,” yaitu program yang melihat keunggulan yang dimiliki oleh Kota Batu, seperti pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, dan smart city untuk mendukung rencana Pembangunan jangka Panjang,” jelasnya.
Nurochman juga memaparkan berbagai program Pemerintah Kota Batu dalam menyiapkan SDM unggul. “Dalam menjawab tantangan ke depan, Pemerintah Kota Batu juga fokus membangun SDM yang unggul, seperti penguatan akses dan kualitas pendidikan,” katanya.
“Lebih spesifik pemerintah Kota Batu membuat program 1.000 sarjana. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Batu telah memberi beasiswa kepada 273 mahasiswa,” lanjut Nurochman.
Sementara itu, Luthfi J Kurniawan mengulas pentingnya transformasi kepemimpinan dalam masyarakat madani. Ia menilai pembangunan SDM unggul dan ekonomi berkelanjutan menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045.
“Untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 saat ini, Indonesia harus mampu menciptakan generasi yang unggul, pemerataan Pembangunan, ekonomi berkelanjutan hingga tata kelola pemerintahan yang baik,” sebutnya.
Ia juga mengingatkan potensi ancaman bonus demografi jika tidak disertai persiapan matang. “Jika Pendidikan, Kesehatan tidak diurus dengan baik, maka ini akan menjadi ancaman bagi Pembangunan Indonesia emas 2045,” sorotnya.
“Saat ini, pemerintah memiliki tantangan untuk meningkatkan produktivitas SDM, reformasi struktural dan membangun tata kelola pemerintahan yang baik, demi mencapai Indonesia emas 2045,” sambung Luthfi.
Senada, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LHKP PWM) Jawa Timur, Muhammad Mirdasy SIP, menyebut bahwa awal tahun sebagai momentum refleksi dan reposisi strategis bangsa.
“Awal tahun merupakan momentum bagi kita untuk melakukan refleksi dan reposisi strategis bangsa, dimana saat ini Indonesia sedang menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks,” katanya.
Menurut Mirdasy, kajian Islam multidisipliner menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman. “Tantangan zaman saat ini cukup kompleks, maka hadirnya kajian Islam multidisipliner menjadi salah satu aspek untuk menjawab tantangan zaman, dimana Islam berkemajuan menjadi landasan etis dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Sementara itu, dosen UMM, Abdus Salam, menyoroti berbagai persoalan struktural yang dihadapi Indonesia saat ini, khususnya kemiskinan.
“Ada beberapa aspek kemiskinan struktural yang bisa kita temui, seperti kemiskinan agrarian, hal ini mencakup petani yang sudah tidak lagi memiliki lahan atau lahan kecil yang hasilnya hanya cukup untuk bertahan hidup,” sorotnya.
Kemiskinan struktural, lanjut Salam, juga terjadi di sektor ketenagakerjaan dan wilayah. “Kemiskinan struktural juga terjadi pada aspek pekerja, seperti buruh yang tidak dibekali pelatihan atau pekerjaan yang layak karena struktural industri yang marginal,” sebutnya.
“Selain itu, Indonesia juga dihadapkan dengan kemiskinan urban akibat penggusuran pemukiman kumuh hingga ketergantungan sektor informal dan struktur industri yang marginal. Kemiskinan regional juga terjadi karena isolasi terhadap daerah terpencil tanpa adanya akses yang memadai,” imbuh Salam.
Forum tersebut menekankan pentingnya pembangunan SDM dan tata kelola pemerintahan yang baik. Percepatan transformasi menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan sinergi lintas sektor. “Kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri,” ujar moderator Diki Wahyudi saat menutup forum.
Melalui kegiatan ini, PSIB UMM berharap lahir rekomendasi konkret dan langkah tindak lanjut yang dapat diimplementasikan oleh berbagai pihak, guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global pada 2045.