January 17, 2026, oleh Humas Universitas

Afifah Nur Millatina SE MSEi menyampaikan materi literasi keuangan digital kepada siswa MA Muhammadiyah 1 Malang dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat FAI UMM, Selasa (13/1/2026). (Slamet Riadi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) membekali literasi keuangan digital kepada siswa MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas XII IPA, IPS, dan Bahasa.

Kepala MA Muhammadiyah 1 Malang Akhmad Ari Wibowo MPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama antara Mamumtaza dan FAI UMM selama ini berjalan sangat baik. Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa sebagai bekal kehidupan, khususnya dalam mengelola keuangan secara bijak.

“Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim pengabdian dan FAI UMM atas kontribusi dan perhatiannya kepada siswa-siswi kami,” tegasnya.

Ketua tim pengabdian Prof Dr Khozin MSi menjelaskan bahwa setiap siswa umumnya menerima uang saku dari orang tua, baik harian, mingguan, maupun bulanan. Karena itu, siswa perlu dibiasakan untuk menyisihkan sebagian uang saku tersebut untuk ditabung dan tidak dihabiskan seluruhnya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan harus dipenuhi karena tidak bisa ditunda, sementara keinginan perlu disesuaikan dan tidak selalu dituruti.

“Mereka yang mampu membedakan dan memprioritaskan antara kebutuhan dan keinginanlah yang kelak akan meraih keberhasilan dan kesuksesan hidup,” ungkap Khozin yang juga Ketua Komite Mamumtaza.

Sementara itu, pemateri Afifah Nur Millatina SE MSEi memaparkan sejumlah data terkait fenomena pinjaman online dan judi online di kalangan generasi muda. Mengutip Suara Aisyiyah 2024 yang dilansir dari BPS, ia menyebutkan bahwa 37,17 persen kredit macet pinjaman online dilakukan oleh generasi Z.

Selain itu, terdapat 191.380 pemain judi online dari generasi Z dengan sekitar 2,1 juta transaksi senilai Rp282 miliar. Adapun dari generasi Alpha tercatat 4.514 anak dengan 45 ribu transaksi senilai Rp7,9 miliar.

Afifah menegaskan kembali pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sebagaimana disampaikan Prof Khozin. Ia juga mengingatkan bahwa sebagai seorang muslim, setiap transaksi harus dijauhkan dari riba dan perilaku boros, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 26–27.

Menurutnya, di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, berbagai tawaran menggiurkan sangat mudah diakses, mulai dari bunga rendah, bonus, giveaway, hingga potongan harga. Namun, jika tidak berhati-hati dan tidak mampu menahan keinginan, seseorang dapat terjerumus dalam pinjaman online, judi online, maupun gaya hidup konsumtif.

“Karena itulah, membangun kesadaran literasi keuangan digital menjadi sangat penting agar generasi muda terhindar dari pinjol dan judol,” pungkasnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti acara hingga selesai, aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman, bahkan sejumlah peserta mendapatkan doorprize atas keaktifan mereka.