January 23, 2026, oleh Humas Universitas

Empat mahasiswa UMM dilepas untuk KKN Internasional di Penang Malaysia. Program ini menggabungkan pengabdian masyarakat, riset, dan pengalaman lintas budaya. (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas pengabdian masyarakat ke ranah internasional melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Program ini menjadi langkah strategis UMM dalam memperluas kontribusi akademik dan sosial secara global.

Pelepasan mahasiswa KKN Internasional ke Penang Malaysia berlangsung Selasa (20/1/2026) di ruang inovasi bidang 4 UMM. Sebanyak empat mahasiswa terpilih secara resmi dilepas dan dijadwalkan berangkat Rabu (21/1/2026).

Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN Internasional bukan sekadar pengabdian lintas negara, melainkan bagian dari strategi internasionalisasi UMM yang berbasis nilai dan kebermanfaatan nyata. Mahasiswa yang diberangkatkan membawa tanggung jawab sebagai representasi institusi di ruang global.

“KKN Internasional ini menjadi pintu awal bagi UMM untuk menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga relevan secara internasional. Mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan keunggulan akademik, kepekaan sosial, serta nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam konteks lintas budaya,” ungkap Salis.

Salis menjelaskan, dalam pelaksanaan KKN Internasional ini, UMM menggandeng PERMAI Malaysia (Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia) sebagai mitra. Kerja sama ini dipilih karena komunitas PERMAI memiliki ikatan kultural dan emosional kuat dengan Indonesia, sehingga menjadi ruang tepat bagi mahasiswa UMM untuk menjalankan pengabdian berbasis lintas budaya.

Sejalan dengan itu, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM Prof Dr Ir Sutawi MP menuturkan bahwa KKN Internasional ini merupakan program perdana yang diinisiasi LPPM sebagai bentuk pengembangan skema pengabdian berbasis internasional. Program difasilitasi Bidang Kerja Sama di bawah koordinasi Wakil Rektor IV. Pada periode 2025–2026, UMM memfokuskan penguatan jejaring pengabdian di kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

“Kami memulai dari kawasan terdekat agar model pengabdian ini matang dan terukur. Jika program perdana ini berjalan baik dan berdampak nyata, ke depan jejaring pengabdian UMM akan diperluas hingga luar kawasan ASEAN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMM Dr Arina Restian MPd menyampaikan bahwa mahasiswa KKN Internasional tidak hanya menjalankan kegiatan sosial, tetapi juga menghasilkan luaran akademik yang konkret dan berkelanjutan. Luaran mencakup penyusunan buku sejarah diplomasi Malaysia berbasis komunitas, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual dari riset fenomena sosial, serta publikasi artikel.

“Kami mendorong mahasiswa menjadikan KKN Internasional sebagai ruang integrasi antara pengabdian, riset, dan publikasi. Pengalaman lintas budaya yang diperoleh diharapkan memberikan kontribusi akademik nyata bagi universitas dan masyarakat,” tuturnya.

Ke depannya, UMM berharap jumlah peserta KKN Internasional meningkat seiring meluasnya jejaring mitra luar negeri. Program ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan pengabdian internasional UMM yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi nyata.

(Faqih/AS)