January 30, 2026, oleh Humas Universitas

Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim Tony Prasetyo MM menyaksikan penandatanganan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim)

JATIMPEDIA, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (28/1/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi payung kerja sama strategis yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan UMKM, digitalisasi layanan, literasi keuangan, serta penguatan sinergi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kerja sama ini bertujuan mengintegrasikan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan peran perbankan daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial berbasis pengetahuan. Salah satu fokus utama adalah dukungan terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa UMM.

Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim Tony Prasetyo MM menyatakan, MoU tersebut merupakan formalisasi atas kolaborasi yang selama ini telah berjalan, khususnya dalam layanan keuangan mahasiswa dan pengembangan institusi. Menurutnya, payung kerja sama yang jelas diperlukan agar kolaborasi bersifat terstruktur dan berorientasi jangka panjang.

“Selama ini kerja sama sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum memiliki payung formal. Dengan MoU ini, ruang kolaborasi dapat diperluas dan dikembangkan lintas bidang secara lebih sistematis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama tidak hanya berfokus pada layanan transaksi, tetapi juga mencakup pengembangan layanan digital, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta integrasi program CSR dengan agenda pendidikan dan sosial kampus. Program beasiswa diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus menyiapkan talenta muda yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan sektor keuangan daerah.

“Kami melayani berbagai segmen, mulai dari nasabah konvensional hingga digital. Karena itu, transformasi digital kami dorong secara bertahap dan kontekstual, sambil membuka ruang kolaborasi yang fleksibel dengan UMM,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menilai MoU tersebut sebagai penguatan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan sektor industri, khususnya perbankan. Ia menekankan bahwa peran pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghasilkan riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“UMM memiliki agenda riset dan pengabdian yang beririsan dengan isu pembangunan daerah, mulai dari pendampingan UMKM, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga pengembangan sektor pertanian, energi, kesehatan, dan transformasi digital. Sinergi dengan Bank Jatim diharapkan memperkuat aspek pembiayaan, pendampingan, serta keberlanjutan program,” jelasnya.

Kesepakatan ini menandai komitmen UMM dan Bank Jatim dalam membangun ekosistem kolaborasi antara pendidikan tinggi dan sektor keuangan daerah guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia, riset aplikatif, serta pembangunan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan.