January 31, 2026, oleh Humas Universitas

Tagar.co — Matahari Surabaya menyengat seperti biasa saat rombongan Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) tiba di Kantor Detikcom Biro Jawa Timur, Kamis, 29 Januari 2026. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa misi besar untuk menjahit sinergi antara akademisi dan praktisi media.

Dua dosen Sosiologi UMM, Ahmad Arrozy dan Rajih Arraki, melangkah masuk membawa draf Memorandum of Agreement (MoA). Mereka percaya, sosiologi tidak boleh hanya mendekam di balik meja perpustakaan, tetapi harus selaras dengan dinamika informasi yang bergerak secepat ketukan jari di layar ponsel. Asisten Redaktur Detikcom Biro Jawa Timur, Mira Rachmalia, menyambut hangat rombongan ini dalam suasana yang cair namun tetap profesional.

Kerja sama ini menjadi pijakan krusial bagi Prodi Sosiologi untuk mengimplementasikan program “Kampus Berdampak”. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

Baca Juga:  Refleksi Awal Tahun PSIB UMM: Menakar Jalan Indonesia Emas 2045

Melalui kesepakatan ini, praktisi media dari Detikcom akan turun gunung menjadi narasumber kuliah praktisi dan mengisi berbagai lokakarya di kelas. Mahasiswa tidak lagi hanya mengunyah teori konflik atau struktur sosial, tetapi juga belajar bagaimana realitas sosial tersebut terbingkai dalam narasi berita yang akurat.

Membuka Gerbang Karier Melalui CoE

Poin yang paling menarik perhatian adalah penguatan Centre of Excellence (CoE) Prodi Sosiologi. Detikcom Biro Jawa Timur kini resmi menjadi mitra tempat magang bagi mahasiswa dalam skema CoE tersebut. Artinya, mahasiswa memiliki kesempatan emas untuk mencicipi atmosfer kerja di ruang redaksi media nasional.

Kepala Biro Redaksi Detikcom Jawa Timur, Budi Hartadi, menandatangani dokumen kerja sama tersebut dengan penuh keyakinan. Ia memandang kolaborasi ini sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi publik. Selain magang CoE, lokasi ini juga terbuka menjadi tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa reguler.

“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan kualitas proses pendidikan di Sosiologi UMM tetap relevan. Mahasiswa harus menjadi lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ujar pihak delegasi UMM saat sesi dialog.

Baca Juga:   Kanwil Kemenag Berbagi Tip Membina Keluarga Muda Penuh Bahagia

Tak hanya soal magang, MoA ini juga mencakup dukungan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Detikcom akan menyediakan ruang publikasi untuk mensosialisasikan profil prodi, jadwal pendaftaran, hingga peluang beasiswa bagi calon mahasiswa di tahun 2026.

Menjaga Komitmen Tridharma Perguruan Tinggi

Diskusi di kantor redaksi itu berkembang menjadi dialog konstruktif. Mereka tidak hanya bicara soal kertas perjanjian, tetapi juga mengupas tuntas peran media dalam memperkuat pendidikan tinggi. Isu-isu sosial terkini hingga kontribusi nyata Muhammadiyah dalam ranah pengembangan masyarakat menjadi bumbu obrolan yang hangat.

Bagi Prodi Sosiologi FISIP UMM, kolaborasi dengan media nasional sekelas Detikcom adalah upaya meningkatkan visibilitas institusi di mata publik. Dengan akses informasi yang lebih luas, mereka optimistis dapat menarik minat calon mahasiswa baru yang ingin mendalami ilmu sosial dengan sentuhan praktis media digital.

Penandatanganan MoA ini menegaskan kembali komitmen UMM dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan memperluas jejaring kemitraan eksternal, Sosiologi UMM tidak hanya mencetak sarjana yang paham teori, tetapi juga praktisi yang tangkas membaca gerak perubahan sosial di masyarakat.  (#)