January 31, 2026, oleh Humas Universitas

Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang, Senin (16/9/2025). Dari kiri ke kanan: Dr. Erna Yayuk, M.Pd., Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., dan Moh. Syaiful Hafid, S.Pd., M.H., G.r. (HO/KLIKTIMES.COM)

KLIKTIMES.COM | KOTA MALANG- SMA Negeri 1 Kota Malang menggelar pelatihan menulis teks biografi secara logis dan kreatif bagi murid kelas X, XI, dan XII pada Selasa (16/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM).

Pelatihan tersebut dikoordinatori oleh Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM, dengan Dr. Erna Yayuk, M.Pd., dosen Pendidikan Profesi Guru FKIP UMM, sebagai anggota tim pelaksana. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi murid, khususnya dalam menulis teks biografi yang tidak hanya akurat secara faktual, tetapi juga memiliki daya narasi yang kuat dan bernilai reflektif.

Kepala SMA Negeri 1 Kota Malang, Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., hadir dan secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan menulis biografi memiliki makna strategis bagi penguatan budaya literasi di sekolah, sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter melalui penulisan kisah hidup tokoh yang inspiratif.

“Menulis biografi bukan hanya tentang merangkai peristiwa kehidupan seseorang, tetapi juga tentang menangkap nilai-nilai keteladanan, kepemimpinan, dan kemanusiaan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Basuki Agus Putra Priyana dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan perguruan tinggi dalam mendampingi murid secara langsung. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan universitas merupakan langkah konkret dalam memperkaya pengalaman belajar siswa, terutama dalam bidang literasi dan kepenulisan.

Peserta pelatihan dari SMA Negeri 1 Kota Malang tampak aktif mencoba menulis premis teks biografi secara langsung dalam sesi praktik, dengan pendampingan narasumber pada kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca, Selasa (16/9/2025).

Peserta pelatihan dari SMA Negeri 1 Kota Malang tampak aktif mencoba menulis premis teks biografi secara langsung dalam sesi praktik, dengan pendampingan narasumber pada kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca, Selasa (16/9/2025). (HO/KLIKTIMES.COM)

“Saya berharap melalui pelatihan ini, murid tidak hanya mampu menulis dengan baik, tetapi juga belajar berpikir kritis, jujur terhadap data, dan peka terhadap nilai-nilai yang ada di sekitar mereka,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Moh. Syaiful Hafid, S.Pd., M.H., G.r., Kepala Perpustakaan Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang. Kehadiran pihak perpustakaan menegaskan peran strategis literasi sekolah sebagai pusat pengembangan minat baca dan tulis siswa, sekaligus sebagai ruang pendukung kegiatan akademik dan nonakademik.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. bertindak sebagai pemateri utama yang menyampaikan materi penulisan biografi dari aspek kebahasaan dan tata tulis. Materi yang diberikan mencakup pemahaman struktur teks biografi, prinsip logika penulisan, ketepatan penggunaan bahasa, serta teknik menyusun alur cerita berdasarkan fakta dan kronologi kehidupan tokoh.

Menurut Daroe, menulis biografi menuntut keseimbangan antara ketepatan data dan kekuatan narasi. Oleh karena itu, murid perlu dibekali kemampuan untuk mengolah fakta menjadi cerita yang utuh tanpa kehilangan akurasi.

“Biografi bukan sekadar laporan kehidupan, tetapi juga narasi yang hidup. Murid perlu belajar bagaimana memilih peristiwa penting, menghubungkannya secara logis, dan menyajikannya dengan bahasa yang efektif serta bermakna,” jelas Daroe saat menyampaikan materi.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan melatih sensitivitas murid dalam membaca realitas sosial dan kemanusiaan melalui tokoh yang ditulis. Kegiatan menulis ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga sarana refleksi diri.

“Harapan kami, adik-adik peserta pelatihan dapat memahami bahwa menulis biografi adalah proses belajar tentang nilai, keteladanan, dan perjalanan hidup manusia. Ini penting untuk membangun karakter dan empati,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Erna Yayuk, M.Pd. menyampaikan materi lanjutan yang berfokus pada proses penggalian ide dan strategi menuangkan gagasan ke dalam tulisan biografi. Ia menekankan pentingnya tahapan pramenulis, seperti pengumpulan data, wawancara, dan pengamatan, sebelum murid mulai menyusun teks secara utuh.

Menurut Erna, banyak tulisan biografi yang lemah bukan karena kurangnya data, melainkan karena kurang terlatihnya penulis dalam mengolah ide dan menyusun narasi secara sistematis.

“Murid perlu memahami bahwa menulis biografi adalah proses. Ada tahap merencanakan, menulis, merevisi, dan menyunting. Semua tahapan itu sama pentingnya,” jelasnya saat memaparkan materi.

Pelatihan ini dirancang secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan materi, diskusi, dan latihan menulis. Murid dilibatkan secara aktif untuk bertanya, berdiskusi, serta mencoba menyusun bagian-bagian awal teks biografi berdasarkan panduan yang diberikan oleh pemateri.

Kegiatan pelatihan menulis biografi ini merupakan bagian dari program besar penulisan buku kumpulan biografi yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan murid SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku tersebut disiapkan sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan bagi Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., yang akan memasuki masa purna bakti pada Maret 2026 mendatang.

Melalui buku ini, murid menuliskan pandangan, pengalaman, dan refleksi mereka terhadap sosok kepala sekolah yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku tersebut diharapkan menjadi dokumentasi sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Saat ini, proses penulisan buku telah dinyatakan selesai dan memasuki tahap penyuntingan di penerbit. Buku tersebut diberi judul “Di Antara Pagi dan Keteladanan: Jejak Kepemimpinan Basuki Agus Priyana Putra dalam Pandangan Warga SMA Negeri 1 Kota Malang”.

Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan warga SMA Negeri 1 Kota Malang dalam proyek penulisan buku ini merupakan bentuk pembelajaran autentik yang penting untuk dikembangkan di sekolah.

“Ketika murid menulis untuk tujuan nyata dan menghasilkan karya yang dibukukan, mereka belajar bertanggung jawab terhadap tulisannya. Ini pengalaman literasi yang sangat berharga,” ungkapnya dalam penutup pelatihan menulis teks biografi.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Universitas Muhammadiyah Malang dan SMA Negeri 1 Kota Malang menegaskan komitmen bersama dalam mengembangkan budaya literasi berbasis kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis murid, memperkaya khazanah literasi sekolah, serta melahirkan karya tulis yang memiliki nilai edukatif, historis, dan inspiratif bagi masyarakat luas.