February 2, 2026, oleh

KLIKTIMES.COM | MALANG– Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2026 di Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kota Malang, menunjukkan pendekatan pengabdian yang menyeluruh. Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada kegiatan sinau budaya, pembuatan konten dan dokumentasi budaya, serta penyusunan katalog modul dan buku budaya Malang, tetapi juga aktif terlibat dalam kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat.
Pada Minggu, 1 Februari 2026, mahasiswa KKN Tematik UMM kelompok 14 turut membersamai warga RW 02 Kelurahan Polowijen dalam kegiatan senam sehat yang rutin diselenggarakan tiap minggu pagi. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial sekaligus upaya membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Selain itu, mahasiswa bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dan aliran sungai yang menjadi view utama pintu masuk Kampung Budaya Polowijen. Aksi ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat citra KBP sebagai kawasan budaya yang asri dan ramah pengunjung.
Mahasiswa KKN bersama warga di Kampung Budaya Polowijen (KBP) juga membuka lahan karang kitri sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kegiatan ini menjadi upaya nyata pemanfaatan lahan kosong agar lebih produktif, hijau, dan bermanfaat bagi ketahanan pangan warga.
Pembukaan lahan karang kitri dilakukan secara gotong royong di lingkungan RW 02 Kelurahan Polowijen. Lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini mulai ditata untuk ditanami berbagai tanaman pangan dan tanaman obat keluarga, sekaligus menjadi media praktik Pekarangan Pangan Lestari berbasis kelompok.
Safitri Ketua PKK RW 02 Kelurahan Polowijen menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut.
“Pemanfaatan Kawasan Rumah Pangan Lestari ini perlu terus dikembangkan sebagai praktik kelompok Pekarangan Pangan Lestari. Harapannya, setiap lahan kosong bisa dimanfaatkan dengan membuat karang kitri agar lingkungan lebih produktif dan mendukung kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.
Selain penguatan sektor pangan lestari, mahasiswa KKN Tematik UMM juga menghadirkan inovasi lingkungan dengan memanfaatkan rumput alang-alang sebagai bahan welid atau atap tradisional. Alang-alang yang sebelumnya dianggap limbah diolah menjadi atap gazebo dan elemen estetika kawasan Kampung Budaya Polowijen.
Abu Bakar, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM asal Probolinggo, menjelaskan bahwa pemanfaatan alang-alang dipilih untuk menguatkan nuansa budaya.
“Kami memanfaatkan alang-alang sebagai atap gazebo supaya tampilannya lebih alami dan berkesan tempo dulu. Material ini juga ramah lingkungan dan selaras dengan karakter Kampung Budaya Polowijen,” katanya.
Rangkaian kegiatan KKN Tematik UMM di KBP tidak hanya berorientasi pada program fisik, tetapi juga pada pemaknaan nilai gotong royong, kepedulian lingkungan, dan pelestarian budaya. Melalui pembukaan lahan karang kitri dan inovasi berbasis bahan alami, mahasiswa dan warga bersama-sama membangun ruang hidup yang lestari dan berakar pada kearifan lokal.