February 2, 2026, oleh Humas Universitas

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Steam Press Ecoprint (Foto: Dok.UMM).

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Inovasi teknologi tepat guna kembali lahir dari lingkungan kampus. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Steam Press Ecoprint, sebuah alat produksi yang dirancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan kualitas sekaligus konsistensi produk ecoprint.

Alat ini dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Industri UMM, Iqbal Rafif Yuliono (angkatan 2023), bersama timnya melalui mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3). Inovasi tersebut berangkat dari pengamatan langsung terhadap berbagai kendala yang dihadapi UMKM ecoprint, khususnya pada proses produksi yang masih didominasi metode manual.

Iqbal menjelaskan, metode ecoprint konvensional maupun semiotomatis sering kali menghasilkan warna yang kurang tajam dan motif yang tidak merata, terutama ketika digunakan untuk produksi dalam jumlah besar.

“Banyak pelaku UMKM masih mengandalkan metode kukus biasa. Hasilnya sering tidak konsisten, baik dari segi warna maupun detail motif,” ujar Iqbal, dikutip dari laman resmi UMM, Sabtu (31/1/2026).

Menggabungkan Uap, Panas, dan Tekanan

Berbeda dengan teknik kukus konvensional, Steam Press Ecoprint mengombinasikan panas, uap, dan tekanan melalui pelat logam pada mesin press. Sistem ini dirancang untuk memaksimalkan proses transfer warna dan motif dari bahan alami ke kain.

Hasil uji coba menunjukkan, penggunaan uap bertekanan mampu menghasilkan warna yang lebih tajam serta detail motif yang lebih jelas. Konsistensi hasil pun dinilai lebih terjaga, sehingga cocok untuk kebutuhan produksi UMKM.

“Ketika dibandingkan dengan metode kukus biasa, warna yang dihasilkan jauh lebih keluar dan motifnya lebih detail,” kata Iqbal.

Baca Juga:

SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia

Diuji Langsung di UMKM

Steam Press Ecoprint telah diuji secara terbatas pada pelaku UMKM, salah satunya Kenikir Natural Ecoprint di Bululawang, Kabupaten Malang. Dari hasil pengujian tersebut, alat ini dinilai mampu meningkatkan kualitas visual kain sekaligus menjaga keseragaman hasil produksi.

Meski dirancang lebih efisien, alat ini tidak hanya mengejar kecepatan produksi. Proses kerja Steam Press Ecoprint dapat disesuaikan dengan tingkat kerumitan motif, sehingga pelaku usaha tetap memiliki keleluasaan untuk menghasilkan produk bernilai seni dan jual tinggi.

Selain itu, desain alat dibuat ramah bagi UMKM skala kecil, fleksibel untuk berbagai jenis kain, dan menunjukkan hasil optimal pada sejumlah material tertentu berkat kombinasi uap dan tekanan.

Dorong Inovasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Iqbal mengakui peran dosen pembimbing sangat penting dalam proses pengembangan alat ini, terutama dalam membangun kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan nyata di masyarakat. Ke depan, ia berharap Steam Press Ecoprint dapat dikembangkan dengan kapasitas lebih besar, struktur lebih kokoh, serta sistem pengoperasian yang semakin praktis.

“Yang terpenting jangan takut mencoba. Dari situ kita belajar memahami masalah dan menemukan solusi yang benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Industri UMM, Dr. Dana Marsetiya Utama, M.T., mengapresiasi inovasi mahasiswa tersebut. Ia menilai Steam Press Ecoprint menjadi bukti keberhasilan pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan solutif.

Menurutnya, Prodi Teknik Industri UMM terus mendorong agar karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

“Kami ingin mahasiswa peka terhadap persoalan di sekitarnya dan berani menghadirkan solusi yang relevan melalui inovasi,” pungkasnya.

Mari berpartisipasi di Teropong Media untuk Jurnalisme Berkualitas: https://teropongmedia.id/partisipasi