February 4, 2026, oleh

Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM mengikuti kuliah tamu internasional bersama NGO Adab Youth Garage (Malaysia) sebagai bagian penguatan kompetensi dan wawasan praktik kerja sosial berbasis komunitas. (Abdus Salam/Klikmu.co)
KLIKMU.CO – Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bekerja sama dengan NGO Adab Youth Garage (AYG) dari Malaysia, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi pembelajaran serta peningkatan pengalaman mahasiswa di bidang pekerjaan sosial.
AYG dikenal sebagai platform komunitas yang menyediakan ruang kegiatan positif bagi anak dan remaja untuk berkembang secara sosial, moral, dan akademik melalui berbagai program berbasis komunitas.
Kuliah tamu internasional ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Prodi Kesejahteraan Sosial UMM dengan mitra internasional, seperti Universiti Kebangsaan Malaysia dan lembaga-lembaga sosial mitra lainnya.
Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM Hutri Agustino menyampaikan bahwa kuliah tamu internasional ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif profesional dan meningkatkan kompetensi sosial. Kegiatan tersebut juga memotivasi sivitas akademika untuk terus membangun jejaring global dalam bidang kesejahteraan sosial.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program internasionalisasi yang dijalankan prodi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik profesional dalam layanan masyarakat, khususnya pada pemberdayaan komunitas anak dan remaja serta pendekatan kerja sosial berbasis komunitas.
“Sejak tahun lalu Prodi Kesejahteraan Sosial UMM telah terakreditasi oleh lembaga internasional FIBAA yang bermarkas di Jerman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hutri menjelaskan bahwa kerja sama antara Prodi Kesejahteraan Sosial UMM dan Adab Youth Garage telah terjalin selama tiga tahun. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari sharing session tematik, kolaborasi dalam program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Pemberdayaan Masyarakat, hingga penempatan mahasiswa praktikum.
“Materi yang disampaikan AYG sangat relevan karena memperkuat keterkaitan antara teori dan praktik, memperluas perspektif internasional, serta meningkatkan kompetensi profesional calon pekerja sosial,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM menegaskan komitmennya dalam membangun internasionalisasi yang produktif dan berkelanjutan. Internasionalisasi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan indikator kinerja, tetapi sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan, relevansi keilmuan, dan daya saing lulusan di tingkat global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik internasional secara berkelanjutan, seperti kuliah tamu internasional, webinar internasional, dan joint academic activities dengan mitra luar negeri. Kegiatan-kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh perspektif global, memperkaya pemahaman isu kesejahteraan sosial, serta membandingkan praktik kerja sosial di berbagai konteks budaya dan kebijakan.
Selain itu, Prodi Kesejahteraan Sosial UMM secara aktif membangun dan memelihara kerja sama kelembagaan dengan universitas dan organisasi sosial internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama tersebut diarahkan pada kegiatan aplikatif dan berdampak, seperti pertukaran pengetahuan, kolaborasi riset, pengabdian masyarakat internasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam aspek kurikulum dan pembelajaran, internasionalisasi diintegrasikan melalui pengayaan materi perkuliahan berbasis isu global, penggunaan referensi internasional, serta penguatan kompetensi multikultural dan etika kerja sosial internasional. Dengan pendekatan yang terencana, kolaboratif, dan berorientasi keberlanjutan, Prodi Kesejahteraan Sosial UMM terus berupaya menyiapkan lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan mampu bekerja secara profesional di lingkungan multikultural.
(Abdus Salam/AS)