Zona Malang – Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kota Malang, menerima kunjungan sejumlah tokoh nasional di bidang lingkungan pada Minggu (8/2/2026). Kehadiran mereka menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring kampung tematik sekaligus memberi semangat bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah mengabdi di kawasan tersebut.

Tokoh yang hadir antara lain Ir. Bambang Irianto, Oday Kodariyah, Dr. Mokhamad Hariyadi Eko Romadon, Hendro Wibowo, Adi Widodo, serta pengurus Kampung Semar. Mereka merupakan bagian dari Panitia Nasional Jambore Kampung Tematik Indonesia yang akan digelar di Kota Madiun pada 1 Juni 2026.

Sinergi Budaya dan Lingkungan

Kunjungan ini merupakan rangkaian agenda nasional mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kampung Wonosari Lestari dan Kampung Semar. Usai agenda tersebut, rombongan menyempatkan diri berkunjung ke KBP yang dinilai konsisten menjaga tradisi, kearifan lokal, dan penguatan komunitas.

Mahasiswa KKN UMM memaparkan program kerja, mulai dari pembukaan lahan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), penataan ulang kawasan KBP, kegiatan sinau budaya, digitalisasi arsip kampung, aktivasi media sosial, pelestarian adat dan seni tradisi, hingga persiapan Festival Kampung Budaya Polowijen.

Apresiasi Tokoh Nasional

  • Ir. Bambang Irianto, penggagas Kampung Glintung Go Green (3G) Malang dan penerima Kalpataru 2018, mengapresiasi integrasi budaya dengan isu lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan kampung tematik bertumpu pada kesadaran warga dan partisipasi generasi muda.
  • Oday Kodariyah (Mamah Oday), pelestari tanaman obat tradisional asal Bandung, menilai Pawon KBP sebagai ruang kultural sarat makna. “Dalam falsafah Sunda, pawon adalah ruang intim keluarga. Kami diterima di pawon, artinya diterima sebagai keluarga,” ujarnya.
  • Dr. Mokhamad Hariyadi Eko Romadon, Rektor Universitas Lumajang, menekankan pentingnya karya nyata dalam KKN. “KKN bukan sekadar hadir, tetapi meninggalkan jejak karya. Menurut saya, ini KKN yang paling berbeda, paling unik, dan bernilai,” katanya.
  • Hendro Wibowo, penggerak Kampung Darling dari Tangerang, mengapresiasi integrasi budaya, lingkungan, dan ekonomi warga, serta membagikan pengalaman mengelola bank sampah berbasis komunitas.

Penguatan Jejaring Kampung Tematik

Kunjungan tokoh nasional ini menjadi pengakuan sekaligus penguatan posisi KBP sebagai ruang belajar bersama, tidak hanya bagi warga dan mahasiswa, tetapi juga bagi jejaring kampung tematik di tingkat nasional. Sinergi budaya, lingkungan, dan pendidikan diharapkan melahirkan model kampung yang berdaya, lestari, dan berkarakter.