February 12, 2026, oleh

MAKLUMAT – Krisis air bersih yang selama ini membayangi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menemukan titik terang. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PASIMAS) Fetomone di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (10/2).
Peresmian dilakukan Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Program ini menjadi langkah nyata menghadirkan akses air bersih berkelanjutan di desa yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air layak konsumsi.
“Air adalah sumber kehidupan. Di daerah seperti NTT, menghadirkan air bersih berarti membuka peluang hidup yang lebih sehat dan lebih bermartabat,” ujar Nazaruddin Malik.
Program PASIMAS Fetomone merupakan hasil kolaborasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Danone Indonesia, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, UMM, serta Universitas Muhammadiyah Kupang.
Simbol Kehidupan Sosial
Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menjawab persoalan dasar masyarakat yang tak bisa diselesaikan secara parsial.
Sarana air bersih yang diresmikan merupakan hasil proses panjang, mulai dari pencarian titik mata air hingga pembangunan sistem distribusi yang dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi. Mengingat kondisi geografis NTT yang kerap mengalami kekeringan, keberadaan fasilitas ini dinilai sangat strategis.
Desa Tliu tergolong wilayah terpencil dengan akses infrastruktur terbatas. Namun, antusiasme warga terlihat jelas saat peresmian berlangsung. Rombongan UMM disambut ketua adat dan masyarakat setempat dengan tarian tradisional sebagai simbol penerimaan.
Kepala Desa Tliu menyatakan program ini membawa harapan baru bagi warganya. “Bagi kami, air bersih bukan sekadar fasilitas, tetapi masa depan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Dukung Peningkatan Pendidikan
Tak hanya fokus pada penyediaan akses air bersih, UMM juga memperkuat sektor pendidikan di desa tersebut. Nazaruddin secara pribadi memberikan bantuan dana pengembangan untuk SD Muhammadiyah Desa Tliu, beasiswa sarjana bagi kepala desa, serta dukungan sarana perpustakaan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak di Desa Tliu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” tegasnya.
Melalui program berbasis masyarakat ini, UMM berharap Desa Tliu dapat menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan di NTT. Akses air bersih yang memadai diharapkan tak hanya meningkatkan kualitas kesehatan warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan sosial dan pendidikan secara menyeluruh.