“Mengangkat Tari Topeng dalam momentum sahur bukan sekadar memperkuat identitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang menyatu. Kentongan menjadi simbol solidaritas, sementara tari topeng merepresentasikan warisan yang tetap hidup,” jelas Maharina.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan santap sahur bersama yang didukung oleh Hotel Kapal Garden dan Sengkaling Kuliner. Mahasiswa dan warga duduk berdampingan menikmati hidangan dalam suasana hangat, menegaskan bahwa Ramadan adalah ruang untuk mempererat relasi sosial.(edr)