February 28, 2026, oleh

KUALA LUMPUR, TEROPONGMEDIA.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih medali perak (Silver Medal) dalam ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim UMM memperkenalkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di bidang kesehatan ibu dan anak bertajuk NEOSENTIA (Real Time Maternal Risk Detection and Prevention through Multilingual AI Guardian Driven System). Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi risiko komplikasi kehamilan secara real time melalui pendekatan non-invasif.
Ketua tim, Vera Miftakul Rahma Kamal, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap tingginya angka komplikasi kehamilan akibat keterlambatan deteksi dini.
“Kami ingin menghadirkan sistem yang mampu membantu ibu hamil dan tenaga medis dalam memantau kondisi kehamilan secara real time, sehingga risiko komplikasi bisa dicegah sejak dini,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UMM, Jumat (27/2/2026).
Sistem NEOSENTIA bekerja dengan mengintegrasikan data dari perangkat wearable, laporan gejala mandiri ibu hamil, serta rekam medis elektronik. Dengan teknologi ini, potensi komplikasi dapat terdeteksi lebih awal sehingga tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi secara cepat dan tepat.
Pembimbing tim, dr. Desy Andari, M.Biomed., menilai inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
“Pendekatan non-invasif dan berbasis AI ini sangat relevan untuk menjawab tantangan layanan kesehatan ibu di wilayah dengan akses tenaga medis yang terbatas,” katanya.
Keunggulan lain dari NEOSENTIA adalah fitur multibahasa, yang memungkinkan aplikasi ini digunakan secara luas, termasuk di komunitas dengan tingkat literasi kesehatan yang beragam. Hal ini menjadikan inovasi tersebut tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga relevan secara sosial.
Ajang ISC 2026 sendiri diikuti oleh lebih dari 100 tim finalis dari delapan negara Asia dan Afrika. Capaian ini menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global dengan inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Keberhasilan tim UMM ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan teknologi berbasis AI di sektor kesehatan memiliki potensi besar dalam menekan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di negara berkembang.