March 3, 2026, oleh Humas Universitas

Harian Basis – Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) di Kota Malang menawarkan pengalaman baru bagi pengunjung. Kampung ikonik ini tidak hanya menyajikan latar foto yang menarik, tetapi juga cerita di balik setiap sudut dindingnya.

Melalui program KKN Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jodipan kini berinovasi dengan menyematkan kode QR pada mural-mural di sepanjang gang. Program ini bernama Warna Digital Jodipan, diinisiasi oleh tim mahasiswa di bawah komando Muhammad Syahva Putra Disa Rizki.

Syahva menjelaskan bahwa setiap lukisan memiliki cerita, mulai dari tradisi lama hingga simbol identitas Malang. Dengan adanya kode QR, pengunjung dapat memperoleh edukasi tentang makna di balik karya seni tersebut.

Transformasi yang diusung tim KKN UMM tidak hanya terbatas pada teknologi. Mereka juga merancang tiga program taktis bernama Speaking Color, Sparkling Jodipan, dan Jodipan Clay. Speaking Color berfokus pada anak-anak Jodipan dengan memberikan pelatihan bahasa sederhana dan teknik komunikasi. Sparkling Jodipan adalah inovasi kemasan produk minuman lokal agar lebih menarik bagi wisatawan. Sementara itu, Jodipan Clay bertujuan mengembangkan suvenir unik sebagai potensi ekonomi baru bagi warga setempat.

“Setiap lukisan punya nyawa dan cerita, mulai dari tradisi lama hingga simbol identitas Malang. Dengan kode QR ini, pengunjung tidak hanya berfoto, tapi juga pulang membawa edukasi tentang makna di balik karya tersebut,” ujar Syahva kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Syahva menambahkan bahwa mereka ingin warga menjadi pelaku utama dalam pariwisata kampung tersebut, bukan hanya penonton. Kemampuan menyambut tamu secara profesional menjadi modal utama.

Keberhasilan program ini didukung oleh pendekatan personal. Para mahasiswa mendampingi anak-anak belajar, berdialog dengan warga, hingga membantu memasarkan produk lokal. Hasilnya, warga lebih terbuka, percaya diri, dan mampu mengelola potensi wisata dengan lebih baik.

Dosen Pembimbing Lapangan Jamroji mengapresiasi langkah yang diambil mahasiswanya. Menurutnya, program ini adalah implementasi visi UMM sebagai kampus yang memberikan solusi nyata.

Jamroji menegaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk berpikir kreatif dan adaptif. Program di Jodipan ini merupakan solusi berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik.

Sumber: detik.com