March 5, 2026, oleh Humas Universitas

Menjelang azan magrib berkumandang, ratusan paket sayur segar tersusun rapi di halaman kampus UMM (umm.ac.id)

INDOZONE.ID Jika biasanya tradisi berbagi takjil identik dengan makanan siap santap atau minuman manis, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) justru membagikan paket sayuran segar kepada para pengguna jalan.

Inisiatif unik ini bertujuan untuk mengajak masyarakat berbuka puasa dengan pola makan yang lebih sehat. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari implementasi ilmu agribisnis.

Menurutnya, ilmu yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah tidak boleh hanya berhenti pada teori akademik, tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara langsung kepada masyarakat luas.

Inovasi Paket Sayur Berbasis Menu

Salah satu daya tarik utama dari aksi sosial tersebut adalah cara pengemasannya yang sangat praktis.

Mahasiswa tidak memberikan sayuran secara acak, melainkan telah mengelompokkannya ke dalam paket-paket menu masakan tertentu.

Setiap kantong plastik sudah berisi bahan lengkap untuk membuat hidangan spesifik, seperti sayur sop, sayur asem, sayur bayam, hingga capcay.

Konsep yang dibuat sengaja dirancang agar para penerima bisa langsung mengolahnya menjadi sajian berbuka yang sehat tanpa perlu repot mencari bahan tambahan lagi.

Melalui langkah ini, Agribisnis UMM menegaskan bahwa sektor pertanian bukan hanya soal memproduksi komoditas, tetapi juga tentang menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan penggerak gaya hidup sehat di masyarakat.

Kolaborasi dengan Dunia Industri

Keberhasilan pembagian sayur juga tidak lepas dari dukungan PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis.

Perusahaan tersebut merupakan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program Center of Excellence (CoE) di UMM.

Kualitas sayuran yang dibagikan tetap terjaga, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami alur rantai pasok agribisnis secara nyata di lapangan.

Zul Mazwan menambahkan, bahwa kegiatan ini membawa pesan penting mengenai keberlanjutan dan pemberdayaan produk lokal.

“Berbagi sayur-mayur di bulan Ramadan menjadi simbol bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keilmuan agribisnis tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Antusiasme warga tergolong sangat tinggi. Sebanyak kurang lebih 200 paket sayur yang disiapkan oleh para mahasiswa ternyata tak butuh waktu lama untuk ludes.

Respon positif dari masyarakat membuktikan bahwa inovasi berbagi bahan pangan segar sangat diminati sebagai alternatif takjil konvensional.

Ke depannya, Agribisnis UMM akan melanjutkan inovasi serupa. Program ini diharapkan menjadi ciri khas kampus dalam menyatukan kontribusi akademik, kemitraan industri, dan nilai-nilai kemanusiaan, terutama di bulan suci Ramadan.