March 6, 2026, oleh

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers yang digelar di Aula BAU Kampus 3 UMM pada Kamis (5/3/2025). Pada kesempatan ini, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kampus yang berdampak tidak bisa dilepaskan dari peran pers.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tim Humas, dan puluhan jurnalis dari berbagai platform media ini menjadi momentum refleksi atas kolaborasi panjang yang telah terbina selama sekitar 25 tahun.
Prof. Nazaruddin mengungkapkan bahwa tradisi berkumpul bersama media bukanlah hal baru bagi Kampus Putih. Kebiasaan ini telah diletakkan fondasinya sejak era kepemimpinan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., lebih dari 25 tahun silam.
“Tradisi ini sudah berlangsung lebih dari seperempat abad. Dalam setiap etape perjalanan itu, selalu lahir inovasi dan hal-hal baru yang memperkaya hubungan antara kampus dan media. Ini membuktikan bahwa UMM tumbuh dan berkembang beriringan dengan insan pers,” ujar Prof. Nazaruddin.
Dalam diskusi yang hangat tersebut, Rektor UMM juga menyoroti transformasi drastis dunia informasi. Ia mengenang masa di mana media cetak arus utama (mainstream) memegang kendali penuh atas narasi publik dan akses informasi.
Namun, di era digital saat ini, lanskap media telah bergeser menjadi lebih tidak terinstitusionalisasi dengan pola reproduksi informasi yang sangat beragam.
“Dulu, kartu pers adalah kunci pembuka akses ke banyak ruang publik. Sekarang, media berkembang menjadi non-mainstream. Meski polanya berubah, substansi peran pers dalam membentuk pemikiran publik tetap tidak tergantikan,” jelasnya.
Bagi UMM, universitas memiliki tanggung jawab moral untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat. Kampus bertugas menyerap aspirasi sosial, lalu mengolahnya menjadi gagasan serta solusi nyata melalui riset dan pengabdian.
Di sinilah peran media menjadi sangat strategis. Media bertindak sebagai kanal yang mendistribusikan gagasan tersebut agar dapat mendorong perubahan sosial dan merawat cita-cita bangsa menuju kesejahteraan.
“UMM saat ini tidak ada tanpa media. Perubahan cara berkomunikasi masyarakat menuntut kampus untuk terus adaptif. Semua kolaborasi ini membawa UMM bergerak menjadi impactful university atau universitas yang berdampak,” tegas Prof. Nazaruddin.
Menutup narasinya, Prof. Nazaruddin menekankan bahwa menjadi universitas yang berdampak bukan sekadar mengejar capaian akademik atau peringkat semata. Dampak nyata hanya bisa dihasilkan jika dilandasi dengan niat tulus untuk menebar manfaat seluas-luasnya, tanpa sekat kepentingan pribadi maupun golongan.
“Berbuat baik adalah ketika kita mampu menjauh dari kepentingan ego. Kita harus bekerja keras dengan sepenuh hati demi kemaslahatan banyak pihak. Nilai kerja keras inilah yang sering kali terlupakan, namun tetap menjadi napas perjuangan UMM bersama rekan-rekan media,” pungkasnya. [dan/aje]