March 7, 2026, oleh

MAKLUMAT – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar buka puasa bersama dengan insan pers. Kegiatan yang berlangsung di Aula BAU Kampus 3 UMM, Kamis (5/3/2026), menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pimpinan kampus, tim Humas UMM, serta wartawan dari berbagai media.
Selain menjadi ajang kebersamaan di bulan Ramadan, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai peran media dan perguruan tinggi dalam membaca dinamika masyarakat. Suasana berlangsung hangat dengan berbagai percakapan mengenai perjalanan panjang kolaborasi antara kampus dan media.
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mengatakan tradisi buka puasa bersama dengan media telah berlangsung sejak masa kepemimpinan Rektor sebelumnya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Tradisi tersebut bahkan telah berjalan lebih dari 25 tahun dan menjadi bagian dari hubungan historis antara UMM dan insan pers.
Menjaga Tradisi dan Ukhuwah
“Buka puasa bersama dengan media ini sudah dimulai sejak zaman Pak Muhadjir. Artinya tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 25 tahun dan terus dijaga hingga sekarang,” ujarnya.
Menurut Nazaruddin, hubungan antara kampus dan media memiliki peran penting dalam perkembangan universitas. Dalam banyak momentum, media menjadi jembatan yang membantu masyarakat memahami berbagai gagasan yang lahir dari perguruan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa lanskap media di Indonesia telah mengalami perubahan besar. Jika dahulu media cetak menjadi sumber utama informasi masyarakat, kini perkembangan teknologi menghadirkan berbagai bentuk media baru dengan pola produksi informasi yang semakin beragam.
Digitalisasi Arus Informasi
“Dulu media yang kita amati adalah media mainstream, terutama media cetak. Bahkan membawa kartu pers bisa membuka akses ke banyak tempat. Sekarang situasinya berbeda karena media berkembang menjadi non-mainstream dan semakin tidak terinstitusionalisasi,” jelasnya.
Meski demikian, Nazaruddin menilai peran media tetap sangat strategis dalam kehidupan sosial. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut membentuk cara pandang publik terhadap berbagai isu.
Karena itu, melalui kegiatan buka puasa bersama ini, UMM ingin terus menjaga hubungan baik dengan insan pers. Menurutnya, hubungan tersebut dapat diibaratkan sebagai simbiosis kultural yang saling menguatkan antara perguruan tinggi dan media.
Hubungan Media dan Kampus
“UMM tidak akan seperti sekarang tanpa media. Perubahan media yang semakin beragam juga memengaruhi bagaimana kampus berkomunikasi dengan masyarakat. Semua itu membawa UMM terus bergerak menjadi universitas yang berdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa menjadi universitas berdampak tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat. Kampus, kata dia, harus mampu menyerap aspirasi sosial dan menerjemahkannya menjadi gagasan serta solusi yang bermanfaat.
“Berbuat baik itu ketika kita jauh dari kepentingan pribadi atau golongan. Kebaikan harus dirasakan oleh semua orang. Karena itu kita harus bekerja keras dengan sepenuh hati untuk menghasilkan manfaat bagi banyak pihak,” pungkasnya.