March 13, 2026, oleh

MAKLUMAT – Kerja sama antara perguruan tinggi dan institusi militer terus diperkuat dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional. Salah satunya kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad).
Kerja sama keduanya adalahmerancang dan mengembangkan sistem pemusnahan amunisi yang lebih aman, modern, serta ramah lingkungan. Ini merupakan kelanjutan kerja sama strategis yang telah terjalin sejak 2024.
Sebelumnya, UMM dipercaya mengerjakan rancang bangun kendaraan khusus yang dilengkapi pelepas runflat untuk panser Anoa milik TNI Angkatan Darat.
Pada 2026, ruang lingkup kerja sama diperluas dengan fokus pada pengembangan sistem pemusnahan berbagai jenis munisi. Mulai dari munisi kaliber kecil (MKK), munisi kaliber besar (MKB), hingga munisi khusus (Musus).
Bukan Sekadar Penyedia Teknologi
Langkah ini sangat penting untuk mendukung pengelolaan amunisi di lingkungan TNI yang lebih aman sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ketua tim ahli proyek, Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Mesin UMM, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek ini menghadirkan pemusnahan amunisi dengan standar keamanan tinggi, sekaligus memperhatikan dampak lingkungan.
“Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern, aman, dan juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujarnya.
Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah insinerator untuk memusnahkan MKK dengan diameter di bawah 20 milimeter. Sistem ini menggunakan metode pembakaran dalam dua ruang bakar atau chamber agar pembakaran lebih sempurna.
Prioritas Dampak Lingkungan
Menurut Iis, konsep dua ruang bakar tersebut memungkinkan sisa-sisa bahan peledak terurai lebih efektif. Sistem itu juga dilengkapi teknologi pengolahan air serta filtrasi gas buang beracun untuk meminimalkan dampak lingkungan.
“Proses pemusnahan dirancang menggunakan sistem pembakaran dua ruang bakar. Teknologi ini dilengkapi pengolahan air dan penyaring gas buang agar dampaknya terhadap lingkungan dapat ditekan,” jelasnya.
Dalam perkembangannya, cakupan proyek tidak hanya terbatas pada pemusnahan MKK. Hibah kerja sama juga diperluas untuk menangani pemusnahan MKB dan Musus.
Perluasan tersebut menuntut pengadaan berbagai peralatan pendukung. Di antaranya mesin disassembly untuk membongkar komponen munisi kaliber besar, sistem conveyor untuk memindahkan material secara aman, alat press, alat ayakan untuk pemisahan material, hingga pembangunan sumur peledakan untuk menghancurkan jenis munisi tertentu seperti detonator dan TNT yang tidak dapat dimusnahkan melalui pembakaran.
Dukungan Kampus dalam Sistem Pertahanan Negara
Sementara itu, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Senjata Optronik dan Munisi Puspalad, Letkol Cpl Syaiful Bahri, S.T., mengapresiasi keterlibatan kalangan akademisi dalam pengembangan teknologi pertahanan.
Menurutnya, kolaborasi antara UMM dan Puspalad menjadi langkah penting untuk meningkatkan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI agar lebih aman dan modern.
“Kami mengapresiasi kerja sama dengan UMM karena melibatkan keahlian akademisi dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan institusi militer tersebut dapat terus diperluas di masa mendatang. Tidak hanya dalam pengembangan sistem pemusnahan amunisi, tetapi juga pada berbagai inovasi teknologi pertahanan nasional lainnya.