Malang (beritajatim.com) – Program Studi (Prodi) Sarjana Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan posisinya sebagai pencetak talenta teknologi kelas dunia. Pada tahun 2026, Informatika UMM berhasil meraih status Accredited dari lembaga akreditasi internasional ternama, The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).

Capaian prestisius ini diberikan khusus untuk disiplin Computer Science, Informatics, and similarly named programs. Berdasarkan sertifikat yang ditetapkan di Jakarta pada 31 Maret 2026 tersebut, Informatika UMM dinilai telah memenuhi standar mutu pendidikan teknik dunia yang terukur, relevan, dengan sistem evaluasi yang berkelanjutan.

Ketua Program Studi Informatika UMM, Agus Eko Minarno, menegaskan bahwa isu utama di balik peraihan akreditasi IABEE ini adalah kualitas lulusan di tengah persaingan global yang kian ketat. Menurutnya, akreditasi ini bukan sekadar urusan administratif formal, melainkan bukti nyata keseriusan institusi dalam membenahi sistem pembelajaran.

“Pengakuan ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun sistem pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan, penguatan kurikulum, proses akademik yang konsisten, serta budaya evaluasi yang berkesinambungan,” ujar Agus dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni. Dengan adanya pengakuan internasional ini, mahasiswa kini berada dalam ekosistem pendidikan yang memiliki standar mutu yang diakui secara global.

Sejalan dengan isu daya saing bangsa, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menyampaikan bahwa raihan ini adalah manifestasi dari visi besar UMM untuk terus melebarkan sayap di level internasional. Ia menyebut akreditasi IABEE sebagai bukti autentik kapasitas Kampus Putih dalam bersaing di luar batas nasional.

“Penghargaan di mana Teknik Informatika UMM mendapatkan akreditasi internasional IABEE ini, sekali lagi menjadi komitmen sekaligus bukti bahwa UMM siap bersaing di tingkat global,” tegas Salis.

Namun, Salis mengingatkan bahwa esensi dari pencapaian ini adalah konsistensi jangka panjang. Menurutnya, tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjaga standar tersebut agar tetap relevan dengan kebutuhan industri teknologi yang dinamis.

Ke depan, UMM menargetkan perluasan kemitraan strategis dengan berbagai negara untuk memastikan lulusan mereka tidak hanya jago di kandang sendiri. Inovasi program dan pengembangan atmosfer akademik menjadi prioritas utama pasca-penetapan akreditasi ini.

“Kita harus berpikir keras, berinovasi, dan mengembangkan beragam program positif agar lulusan UMM memiliki daya saing di tingkat global, bukan sekadar di tingkat nasional apalagi lokal. Akreditasi ini mendorong kita untuk berkontribusi bukan hanya untuk Indonesia, namun juga untuk dunia,” kata Salis, menutup. (dan/kun)