April 13, 2026, oleh

Untitled design – 1
KLIKMU.CO – Lonjakan harga kemasan plastik hingga 100 persen akibat dampak memanasnya konflik geopolitik global kini mulai menekan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Malang. Kenaikan ini turut dipicu meningkatnya harga bahan baku plastik serta naiknya harga minyak mentah dunia.
Di lapangan, tren kenaikan harga ini telah menjadi “biaya siluman” yang perlahan menggerus margin keuntungan pedagang kecil. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM tersebut menyoroti posisi UMKM kuliner sebagai sektor yang paling rentan karena ketergantungan pada wadah makanan, gelas minuman, dan kantong plastik.
Biaya produksi yang meningkat tajam membuat pelaku usaha berada dalam dilema. Jika harga jual dinaikkan, risiko kehilangan pelanggan menjadi besar di tengah daya beli masyarakat yang masih lemah. Namun jika harga dipertahankan, keberlangsungan usaha terancam.
“Negara kita sangat bergantung pada impor bahan baku plastik. Ketika gejolak geopolitik mengganggu distribusi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah, harga domestik ikut tertekan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Kondisi ini semakin diperburuk oleh rantai distribusi yang panjang. Namun di sisi lain, ia melihat peluang perubahan perilaku konsumsi masyarakat sebagai solusi jangka panjang.
“Ini saat yang tepat untuk mengurangi kebiasaan penggunaan plastik,” katanya.
Ia menyarankan UMKM menerapkan strategi diferensiasi harga, yakni memberikan harga lebih murah bagi konsumen yang membawa wadah sendiri. Strategi ini dinilai tidak hanya membantu menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga mendorong budaya ramah lingkungan.
Meski demikian, Wahyudi menegaskan bahwa beban ini tidak bisa ditanggung pelaku usaha saja. Pemerintah diminta hadir melalui kebijakan stabilisasi harga dan intervensi pasar karena dampaknya meluas ke berbagai sektor industri.
“Pemerintah tidak boleh tutup mata. Harus ada intervensi untuk menjaga stabilitas harga plastik,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pencarian pemasok bahan baku dari negara yang lebih stabil secara geopolitik. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen diharapkan tidak hanya menyelamatkan UMKM, tetapi juga menjadi momentum perubahan menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
(Faqih/AS)