April 14, 2026, oleh

READERS.ID – Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan telah dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sejak April 2026. Kenaikan harga ini, yang mencapai 30 hingga 80 persen, menempatkan pedagang pada situasi sulit. Kenaikan harga plastik terjadi akibat terganggunya pasokan bahan baku global serta konflik geopolitik yang mempengaruhi harga minyak dunia.
Kenaikan harga plastik kemasan, menurut laporan yang dilansir dari Kompas.com, telah mencapai 30-40 persen di beberapa wilayah pada akhir Maret 2026. Sementara itu, pedagang di Sleman, Yogyakarta, merasakan kenaikan harga plastik bening dari Rp 36.000 menjadi Rp 42.000 per pak.
Dampak kenaikan harga plastik sangat dirasakan oleh pedagang, seperti Slamet, pedagang angkringan di Sleman. Ia menyebutkan biaya pengeluaran untuk plastik menjadi tambahan yang tidak terduga. Di sisi lain, Tari, pengusaha laundry di Sleman, juga menghadapi kenaikan harga yang signifikan untuk plastik pembungkus pakaian.
Peningkatan harga bahan baku pembuatan plastik, yang sebagian besar diimpor, menjadikan kenaikan harga plastik domestik sangat rentan terhadap gangguan pasokan global, seperti yang dijelaskan oleh Atik Purmiyati, pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (UNAIR). Ketergantungan terhadap impor mencapai 60 persen, yang membuat harga plastik di Indonesia sangat sensitif.
Pedagang, seperti Teguh, seorang penjual pempek di Jakarta Selatan, harus mencari alternatif plastik dengan kualitas yang lebih rendah untuk menekan biaya. Hal ini mencerminkan dilema yang dihadapi oleh UMKM, yaitu memilih antara menaikkan harga jual produk atau mengurangi margin keuntungan.
M. Sri Wahyudi Suliswanto, pakar ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak mentah dan bahan baku akibat konflik global memicu lonjakan harga plastik hingga 100 persen. Hal ini memaksa UMKM untuk harus menghadapi dua pilihan sulit.
“Ini plastik (bening) ini sebelum Lebaran harganya Rp 36.000, kemarin beli sudah Rp 42.000,” kata Slamet, pedagang angkringan, dilansir dari Kompas.com. Kenaikan harga plastik terus menjadi tantangan bagi para pedagang kecil.