April 14, 2026, oleh Humas Universitas

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Industri semikonduktor dunia adalah medan perang teknologi yang menuntut presisi mutlak. Di sektor di mana kesalahan mikroskopis bisa berarti kerugian jutaan dolar, seorang mahasiswa asal Malang, Jawa Timur, justru dipercaya untuk meracik algoritma masa depan.

​Adrian Mutu Hidayat, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kini tengah menjadi sorotan. Melalui skema Formosa Talent Internship Program di National Formosa University (NFU) Taiwan, Adrian tidak sekadar duduk di bangku kuliah. Ia terjun langsung ke jantung riset strategis: Lean Management Laboratory, sebuah pusat keunggulan yang fokus pada efisiensi manufaktur berbasis data.

Sejak Februari 2026, Adrian memikul tanggung jawab besar dalam proyek defect prediction (prediksi cacat produksi). Fokusnya bukan main-main, yakni mengoptimalkan penggunaan bahan baku semikonduktor yang bernilai sangat tinggi. Mengingat industri ini merupakan pilar ekonomi global yang sangat sensitif, proyek Adrian terhubung langsung dengan perusahaan-perusahaan raksasa dunia dengan tingkat kerahasiaan tinggi. “Di sini hampir semua hal berbasis riset dan data. Bahkan, isu global seperti perang atau kebijakan ekonomi internasional dibahas dalam konteks industri,” ungkap Adrian (10/4).

Melalui sentuhan Machine Learning, Adrian mengembangkan sistem cerdas yang mampu mendeteksi kegagalan produksi sebelum terjadi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dalam ekosistem riset yang paling kompetitif sekalipun.

​Perjalanan Adrian tidaklah instan. Ia harus berhadapan dengan “kejutan budaya” akademik di Taiwan yang sangat terintegrasi dengan kebutuhan industri nyata. Kedisiplinan tinggi dan pola pikir ilmiah yang tajam menjadi syarat mutlak untuk bertahan. “Dulu saya belum sampai ke tahap ini. Sekarang saya belajar bagaimana melakukan fokus riset yang lebih spesifik. Integrasi internasional di sini sangat terasa; semua topik diarahkan ke level global,” tambahnya.

​Prestasi gemilang Adrian di Taiwan membuahkan hasil manis. Ia kini mendapatkan jalur fast track untuk melanjutkan studi Magister (S2) di NFU dengan durasi yang lebih singkat. Langkah berani ini didukung penuh oleh UMM melalui fleksibilitas konversi SKS dan bantuan administrasi yang memadai. (imm/udi)