April 16, 2026, oleh Humas Universitas

Malang, WISATA – Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, kebutuhan akan pendekatan baru dalam pembangunan berkelanjutan kian mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kegiatan Colloquium Post Doctoral bertema “Risalah Ekonomi dan Bisnis Berkemajuan: Integrasi Business Sustainability dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”. Acara ini berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, di Aula GKB 4 UMM, dan menjadi wadah strategis untuk berbagi gagasan serta mendiseminasikan hasil riset para dosen pasca studi doktoral.

Sebanyak enam akademisi turut mempresentasikan hasil disertasinya, yaitu M. Sri Wahyudi S., Ida Nuraini, Yeyen Pratika, Sri Wahjuni L., Fika Fitriasari, dan Novita Ratna Satiti. Forum ini tidak hanya menjadi sarana pemetaan kepakaran dosen, tetapi juga memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab persoalan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, M. Sri Wahyudi menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan global yang masih diukur secara terbatas oleh indikator ekonomi konvensional. Ia menilai pendekatan dari lembaga seperti World Bank dan UNDP cenderung berfokus pada aspek material. Sebagai alternatif, ia menawarkan perspektif berbasis nilai Islam yang lebih komprehensif, mencakup lima dimensi utama, yakni agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan konsep kesejahteraan yang lebih utuh dan berorientasi pada martabat manusia.

Sementara itu, Ida Nuraini mengangkat isu ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia, khususnya antara kawasan barat dan timur. Ia mengkritik praktik kebijakan pembangunan yang sering kali bersifat seragam tanpa mempertimbangkan karakteristik lokal. Menurutnya, pendekatan tersebut justru berpotensi memperlebar kesenjangan. Ida menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, potensi daerah, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai solusi untuk menciptakan pemerataan ekonomi.

Dari sisi kelembagaan, Wakil Rektor I UMM, Akhsanul In’am, menegaskan bahwa kolokium ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi. Ia mendorong para doktor baru untuk mempercepat peningkatan jenjang akademik serta aktif berinovasi melalui program seperti mikrokredensial dan kolaborasi internasional. Menurutnya, FEB UMM memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak guru besar di masa depan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi refleksi penting mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Integrasi antara aspek ekonomi, sosial, dan spiritual yang diangkat dalam kolokium ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.