April 16, 2026, oleh

Portalbontang.com, Malang – Komitmen nyata dalam menjaga ekosistem lingkungan hidup kembali membawa institusi pendidikan tanah air ke panggung dunia.
Prestasi membanggakan ini diraih melalui dedikasi panjang dalam melakukan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
Kampus UMM secara resmi ditetapkan sebagai mitra global untuk menjalankan program ekosistem air yang berkelanjutan.
Pencapaian ini mengukuhkan posisi institusi sebagai pemegang status Kemitraan UNESCO yang hanya dimiliki tiga kampus di Indonesia.
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari inovasi yang terus dikembangkan.
Salah satu fokus utama dalam misi Kelestarian Air Dunia ini adalah penyelamatan sistem irigasi tradisional di kawasan Bali.
“Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak,” jelas Salis.
Inovasi pertanian cerdas tersebut terbukti mampu mengembalikan kesehatan tanah yang sebelumnya rusak akibat penggunaan pestisida kimia.
Langkah ini secara otomatis mencegah alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan vila yang mengancam ketersediaan air bersih.
Selain di Bali, pengerahan puluhan akademisi ke wilayah NTT juga dilakukan untuk memetakan titik sumber air baru bagi warga.
Penerapan teknologi desalinasi bertenaga surya menjadi proyek lanjutan guna menjamin pasokan air bersih di wilayah timur tersebut.
Di sektor energi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro menjadi bukti nyata kapasitas kampus sebagai eksekutor solusi.
Aliran Sungai Brantas berhasil diolah menjadi sumber listrik ramah lingkungan melalui fasilitas PLTMH yang dibangun secara mandiri.
Pengakuan internasional ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus konsisten menjaga lingkungan. ***