April 17, 2026, oleh

KLIKMU.CO — Di tengah arus perubahan ekonomi global yang semakin kompleks, kebutuhan akan pendekatan baru dalam pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mendesak. Merespons tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menyelenggarakan Colloquium Post Doctoral bertajuk “Risalah Ekonomi dan Bisnis Berkemajuan: Integrasi Business Sustainability dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”.
Kegiatan ini digelar pada Selasa (14/4/2026) di Aula GKB 4 UMM sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan sekaligus mendiseminasikan hasil riset para dosen yang baru merampungkan studi doktoral.
Sebanyak enam dosen mempresentasikan disertasinya, yakni M Sri Wahyudi S ME PhD, Dr Ida Nuraini MSi, Yeyen Pratika MBA PhD, Dr Sri Wahjuni L MM Ak CA, Fika Fitriasari MM PhD, dan Novita Ratna Satiti MM PhD. Kolokium ini bertujuan memetakan kepakaran dosen sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Dalam presentasinya, M Sri Wahyudi S ME PhD menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan global. Menurutnya, indikator kesejahteraan dari lembaga seperti World Bank dan UNDP masih terlampau materialistik dan belum mencakup aspek moral.
“Selama ini kesejahteraan sering diukur dari angka ekonomi semata. Kita perlu indikator yang lebih utuh. Integrasi nilai spiritual menjadi kunci agar pembangunan tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga martabat manusia,” tegasnya.
Sementara itu, Dr Ida Nuraini MSi membahas isu ketimpangan ekonomi wilayah, khususnya kesenjangan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Ia mengkritik kebijakan pembangunan daerah yang cenderung seragam tanpa mempertimbangkan potensi lokal.
“Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Perencanaan pembangunan harus berbasis data serta kebutuhan nyata di daerah,” ungkapnya. Ia mengusulkan pendekatan berbasis ekologi wilayah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai solusi mengatasi ketimpangan.
Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Prof Akhsanul In’am PhD menegaskan bahwa kolokium ini merupakan agenda strategis dalam pengembangan institusi sekaligus pemetaan kepakaran dosen. Ia juga mendorong para doktor baru untuk mengakselerasi kenaikan jabatan akademik.
“FEB memiliki potensi besar melahirkan banyak guru besar. Momentum ini perlu diiringi inovasi seperti program mikrokredensial dan kolaborasi internasional untuk meningkatkan daya saing institusi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kolokium ini menjadi refleksi kritis terhadap arah pembangunan ekonomi di Indonesia. Melalui penegasan pentingnya integrasi aspek ekonomi, sosial, dan spiritual, gagasan yang dihasilkan diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
(Faqih/AS)